Pencarian

Santri Makassar Temukan 3 Celah Keamanan di Sistem NASA dan University of Melbourne

Rabu, 16 September 2026 • 22:58:01 WIB
Santri Makassar Temukan 3 Celah Keamanan di Sistem NASA dan University of Melbourne
Santri kelas 12 Pondok Pesantren Al Imam Ashim Makassar, Muhammad Al Hindawi, menemukan tiga celah keamanan pada sistem NASA dan University of Melbourne.

MAKASSAR — Muhammad Al Hindawi, santri kelas 12 Pondok Pesantren Al Imam Ashim Makassar, mengawali perjalanannya di bidang keamanan siber dengan menemukan celah pada sistem pesantrennya sendiri. Dari situ, ia beralih memetakan kerentanan sejumlah sistem milik institusi besar dunia.

Al Hindawi menyebut baru sekitar lima bulan mempelajari keamanan siber secara otodidak. Ia belajar melalui berbagai tutorial di YouTube serta laporan penelitian keamanan yang dipublikasikan peneliti lain di platform Bugcrowd.

Dua Celah di Sistem NASA, Satu di University of Melbourne

Sejauh ini, Al Hindawi menemukan dua celah keamanan pada sistem NASA dan satu celah pada sistem University of Melbourne, Australia. Temuan tersebut dilaporkan melalui program resmi Vulnerability Disclosure Program (VDP) di platform Bugcrowd.

Laporan kerentanan itu telah divalidasi oleh tim keamanan siber dari kedua institusi. Untuk temuan pada sistem University of Melbourne, ia mendapat konfirmasi validasi dari tim Cyber Operations universitas tersebut.

Metode Pemetaan: Subfinder, httpx, hingga SQL Injection

Al Hindawi menjelaskan proses pemetaan yang dilakukannya untuk menemukan kerentanan. Ia memulai dengan mengumpulkan subdomain menggunakan Subfinder, lalu mengecek status response code-nya menggunakan httpx.

"Temuan itu saat melakukan pemetaan (recon), awal mulanya saya menggunakan 'Subfinder' untuk mengumpulkan subdomain, lalu mengecek status 'response code'-nya menggunakan httpx," kata Al Hindawi di Makassar, Rabu.

"Dari sana, baru saya cari sistem yang rentan terkena SQL injection," ujarnya.

Letter of Recognition dari NASA

Atas kontribusinya menemukan celah pada sistem NASA, Al Hindawi menerima surat penghargaan atau Letter of Recognition (LOR) dari lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut. Pengalaman ini menjadi bagian dari prosesnya mengembangkan kemampuan di bidang keamanan siber yang dipelajarinya secara mandiri.

Sebelum melaporkan kerentanan pada sistem NASA dan University of Melbourne, Al Hindawi mengaku pernah menemukan celah keamanan pada sistem Pondok Pesantren Al Imam Ashim, tempatnya menimba ilmu.

Al Hindawi mengatakan dirinya terus mempelajari teknik identifikasi kerentanan sistem dengan memanfaatkan berbagai sumber pembelajaran dan laporan penelitian keamanan yang tersedia secara daring.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks