PINRANG — Peninjauan aliran primer Sungai Saddang dilakukan untuk melihat langsung kondisi jaringan irigasi di tengah berkurangnya debit air. Gubernur Andi Sudirman didampingi Bupati Pinrang Irwan Hamid, Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Heriantono Waluyadi, dan unsur Forkopimda.
Bantuan yang diserahkan tidak hanya pompa ponton. Pemprov Sulsel juga menyerahkan 1 unit traktor roda 4, 1 unit traktor roda 2, 10 unit pompa Alcon 3 inch, 10 unit pompa Alcon 6 inch, serta 9 unit sumur bor untuk mendukung pertanian di wilayah terdampak.
Pompanisasi Tambah Debit Saluran Sekunder dan Tersier
Langkah pompanisasi dilakukan dengan mengambil air dari Sungai Saddang untuk menambah debit pada saluran primer. Dari saluran primer, air diteruskan ke jaringan sekunder dan tersier hingga mencapai area persawahan petani.
"Harapan kami air sungai yang ada bisa dipompa kembali supaya bisa menambah debit yang turun kepada jaringan sekunder dan tersier sampai ke sawah petani," kata Andi Sudirman.
Menurut Gubernur, bantuan pompanisasi dan alat mesin pertanian (alsintan) merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga ketersediaan air sekaligus mendukung produktivitas pertanian masyarakat.
Rehabilitasi Hulu Sungai Saddang Butuh Rp1,8 Triliun
Penanganan kekurangan debit air di Sungai Saddang dinilai tidak cukup hanya melalui pompanisasi. Dibutuhkan rehabilitasi sistem irigasi secara menyeluruh, khususnya pada bagian hulu.
"Pada prinsipnya kekurangan debit di hulu Sungai Saddang, kita membutuhkan rehab besar. Ini Rp1,8 triliun kita usulkan ke pusat," jelas Andi Sudirman.
Usulan rehabilitasi besar itu diharapkan dapat direalisasikan Pemerintah Pusat. Tujuannya memperbaiki sekaligus mengoptimalkan desain dan sistem jaringan irigasi yang ada.
"Insyaallah, mudah-mudahan bisa dilakukan rehab besar dalam rangka memperbaiki dan bagaimana mengoptimalkan desain irigasi yang dapat terjangkau," pungkasnya.