LUWU TIMUR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada pada koordinat 2,50 Lintang Selatan dan 120,99 Bujur Timur. Titik itu berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat wilayah Luwu Timur ke arah barat laut.
Dengan magnitudo 2,6, guncangan tergolong kecil. Kedalaman 4 kilometer membuat pusat gempa berada relatif dangkal di bawah permukaan bumi.
Belum Ada Laporan Guncangan yang Dirasakan Warga
Hingga informasi awal dirilis, belum ada keterangan apakah getaran terasa di permukiman sekitar Luwu Timur atau wilayah lain di Sulawesi Selatan. Laporan soal dampak kerusakan dan korban juga belum muncul.
BMKG menekankan bahwa data gempa pada tahap awal diutamakan untuk kecepatan penyampaian ke masyarakat. Hasil pengolahan data belum stabil dan masih bisa berubah seiring bertambahnya data yang masuk.
Karena itu, angka magnitudo maupun kedalaman gempa Luwu Timur berpotensi diperbarui dalam analisis lanjutan. Warga diminta tetap tenang dan memantau informasi resmi BMKG.
Mengapa Sulawesi Selatan Kerap Diguncang Gempa
Posisi Indonesia berada di titik pertemuan empat lempeng tektonik aktif: Eurasia, Indo-Australia, Pasifik, dan Laut Filipina. Masing-masing bergerak dengan arah dan kecepatan berbeda.
Lempeng Indo-Australia bergerak ke utara sekitar 7 cm per tahun, Lempeng Pasifik ke barat sekitar 11 cm per tahun, Lempeng Laut Filipina ke barat laut sekitar 8 cm per tahun, dan Lempeng Eurasia ke tenggara sekitar 0,4 cm per tahun.
Interaksi keempat lempeng itu membentuk pola struktur geologi khas di Indonesia, termasuk di Sulawesi. Dampaknya berlapis: di satu sisi membuka cekungan migas, panas bumi, jalur mineralisasi, tanah subur, dan bentang alam bernilai wisata.
Di sisi lain, kondisi tektonik aktif memicu gempa bumi, tsunami di wilayah pesisir, letusan gunung api, hingga gerakan tanah di kawasan lereng. Risiko itu diperparah potensi erosi, penurunan tanah, sedimentasi, dan semburan lumpur atau gas.
Jejak Gempa Besar di Indonesia
Catatan sejarah modern menempatkan sejumlah bencana tektonik mematikan di Indonesia. Tsunami Aceh 2004, gempa Nias 2005, gempa Lombok 2018, serta gempa dan tsunami Palu 2018 menjadi rentetan yang paling sering dirujuk.
Untuk gempa Luwu Timur kali ini, skala magnitudo 2,6 jauh di bawah peristiwa-peristiwa besar tersebut. Meski begitu, BMKG tetap meminta warga mengikuti perkembangan resmi aktivitas seismik di wilayahnya.