MAKASSAR — Gelaran Germas Anti Mager Cinta Keuangan Syariah 2026 berlangsung di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan. OJK Sulselbar menggandeng Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dengan dukungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan sejumlah lembaga jasa keuangan syariah.
Kegiatan ini bukan sekadar kampanye olahraga bersama. Peserta mendapat materi soal prinsip, produk, dan layanan keuangan syariah yang bisa dipakai sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.
Siapa Saja yang Hadir di Germas Anti Mager
Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin hadir bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Turut serta Deputi Komisioner OJK Deden Firman Hendarsyah, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran organisasi perangkat daerah, Bank Indonesia, LPS, dan perwakilan lembaga jasa keuangan.
Antusiasme warga terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai ribuan orang. Panitia menyiapkan rangkaian acara yang memadukan aktivitas fisik dengan penyuluhan literasi keuangan.
Empat Layanan yang Bisa Diakses Warga
Selain edukasi keuangan syariah, OJK membuka sejumlah layanan pendukung di lokasi acara:
- Sosialisasi kewaspadaan terhadap penipuan dan aktivitas keuangan ilegal
- Pemeriksaan kesehatan gratis
- Donor darah
- Konsultasi keuangan syariah melalui stan lembaga jasa keuangan yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan (SiMOLEK)
Menabung hingga Memilih Produk Legal Jadi Fokus Edukasi
OJK mendorong warga membangun kebiasaan finansial sehat. Mulai dari menabung rutin, merencanakan keuangan, sampai memilih produk dan layanan keuangan syariah yang legal dan terdaftar.
Melalui pendekatan itu, masyarakat diharapkan tidak berhenti di tahap mengenal. OJK ingin produk keuangan syariah benar-benar digunakan secara bijak dalam transaksi harian.
Target Besar di Balik Indonesia Islamic Finance Summit 2026
Germas Anti Mager menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Islamic Finance Summit 2026. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat diharapkan mendukung kesejahteraan masyarakat.
OJK juga menargetkan ekosistem keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan di dua provinsi tersebut. Salah satu jalurnya lewat kedekatan langsung dengan warga melalui kegiatan seperti ini, bukan hanya lewat sosialisasi formal di ruang rapat.