SULAWESI SELATAN — Valve memperbarui aturan review build game di Steam setelah antrean persetujuan melonjak hingga 12 hari kerja, jauh dari target normal tiga sampai lima hari. Perubahan ini menyusul keluhan pengembang indie yang kehilangan jadwal rilis akibat keterlambatan, seiring membanjirnya judul baru berbasis AI. Aturan baru mewajibkan pengujian langsung lewat Steam sebelum build masuk antrean.
Valve mengumumkan pembaruan proses review build melalui sebuah post komunitas resmi. Langkah tersebut diambil untuk memangkas antrean persetujuan yang belakangan membengkak, sekaligus mengurangi kebutuhan review ulang yang memperpanjang waktu tunggu.
Sejumlah pengembang indie melaporkan jadwal rilis mereka mundur hingga berminggu-minggu. Keluhan serupa muncul di forum dan media sosial, dengan banyak developer menyebut proses persetujuan Valve kini jauh lebih lambat dibanding biasanya.
Mengapa Antrean Review Steam Membengkak
Valve menargetkan review judul baru selesai dalam tiga sampai lima hari. Kenyataannya, antrean saat ini bisa memakan waktu hingga 12 hari kerja.
Lonjakan volume game menjadi biang keladi utama. Data yang dikumpulkan pengguna Reddit u/ploz menemukan bahwa 49,9 persen game yang rilis di Steam pada Oktober menyatakan penggunaan konten hasil AI. Pada Juni, hampir 20 persen demo game di ajang Next Fest mencantumkan keterangan serupa.
Pengembang 2 Left Thumbs menyebut lonjakan waktu review mulai terasa sekitar September-Oktober. "Presumably [due in part to]... the overwhelming amount of slop now flooding Steam," ujarnya di X, merujuk pada banjir game berkualitas rendah yang memadati platform.
Aturan Baru yang Wajib Dipatuhi Developer
Valve kini mewajibkan pengembang menjalankan game melalui Steam minimal lima menit sebelum mengajukan build untuk direview. Tujuannya memastikan game benar-benar berjalan di lingkungan platform, bukan hanya saat executable dijalankan langsung.
Menurut Valve, banyak build yang masuk antrean belum pernah dimainkan lewat Steam sama sekali. Akibatnya, masalah dasar yang muncul saat pengguna menginstal dan memainkan game lewat platform kerap terlewat.
Selain itu, developer harus mengonfirmasi sejumlah hal berikut sebelum build diperiksa:
- Redistributable umum seperti DirectX dan Visual C++ sudah terpasang dan berfungsi
- Achievement sudah siap dan tidak menimbulkan error
- Jalur penyimpanan Steam Cloud sudah dikonfigurasi dengan benar
- Screenshot sudah dikategorikan sebagai gameplay, menu, concept art, atau cinematics
Dampak ke Pengembang Indie
Keterlambatan review bukan sekadar urusan teknis. Pengembang Cubic Earth, structmira, mengaku trailer gamenya sudah mengumpulkan lebih dari 60.000 views di YouTube dan 6.000 wishlist.
"Now, our Steam Community page is rapidly filling with player complaints, and we've lost all momentum," kata structmira kepada PC Gamer. Momentum promosi yang dibangun berbulan-bulan buyar karena tanggal rilis tak kunjung pasti.
Valve menyatakan perubahan awal ini baru titik mulai. "More improvements are coming to the build review process, but these initial changes are a great starting point," tulis perusahaan dalam post komunitasnya.
Posisi Valve di Tengah Gelombang Game AI
Valve tidak secara eksplisit menyebut AI sebagai pemicu aturan baru. Namun lonjakan game hasil AI yang minim pengujian pra-rilis menjadi konteks yang sulit diabaikan.
Bagi pengguna Indonesia yang aktif di Steam, antrean lebih pendek berarti game indie favorit bisa rilis sesuai jadwal. Developer lokal yang merilis lewat Steam juga perlu menyesuaikan alur kerja, terutama soal pengujian build dan konfigurasi Steam Cloud, agar tidak tertahan di antrean review.