BONE — Proses suksesi kepemimpinan di tingkat desa di Kabupaten Bone resmi bergulir. Sebanyak 18 kepala desa hasil pergantian antar waktu (PAW) dilantik dalam sebuah agenda yang digelar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Mereka yang dilantik merupakan kades pengganti yang masa jabatannya akan mengisi sisa periode kepemimpinan kepala desa sebelumnya. Pelantikan ini menjadi momentum bagi desa-desa di Bone untuk kembali memiliki pimpinan definitif setelah sebelumnya dijabat oleh pejabat sementara.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, secara langsung memimpin prosesi pelantikan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa para kepala desa yang baru harus segera bergerak dan tidak boleh larut dalam seremoni.
“Saya minta para kepala desa yang baru dilantik untuk langsung turun ke masyarakat. Prioritaskan tiga hal: pelayanan administrasi kependudukan, percepatan penanganan stunting, dan pemulihan ekonomi desa,” ujar Bupati dalam keterangan yang dikutip dari RRI.
Pergantian antar waktu kepala desa biasanya dilakukan karena sejumlah alasan, seperti kades sebelumnya meninggal dunia, mengundurkan diri, atau terkena sanksi hukum. Dengan adanya pelantikan ini, roda pemerintahan di 18 desa di Bone diharapkan kembali berjalan normal.
Proses PAW sendiri telah melalui tahapan administrasi dan verifikasi yang ketat oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bone. Para kades yang dilantik merupakan hasil seleksi dari usulan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.
Bupati Bone juga mengingatkan agar para kades tidak hanya sibuk dengan urusan administrasi di kantor desa. Ia meminta mereka untuk melakukan blusukan dan mendengar langsung keluhan warganya.
“Jangan tunggu warga datang ke kantor. Kalian yang harus turun, lihat kondisi jalan, irigasi, dan posyandu. Data di atas kertas harus sesuai dengan kenyataan di lapangan,” tegas Andi Asman.
Pelantikan ini sekaligus menandai babak baru bagi 18 desa di Bone yang selama beberapa waktu terakhir dipimpin oleh pejabat sementara. Dengan adanya kades definitif, berbagai program pembangunan desa yang sempat tertunda diharapkan bisa segera dieksekusi.
Pemerintah Kabupaten Bone sendiri saat ini tengah fokus pada penurunan angka stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah wilayah. Kepala desa yang baru dilantik diminta untuk menjadikan data sasaran rumah tangga sebagai acuan utama dalam menyalurkan bantuan dan intervensi gizi.