BPIP Bantah Diskriminasi di Seleksi Paskibraka Sulsel, Peserta Asal Makassar Tak Lolos karena Akumulasi Nilai

Penulis: Hendra Setiawan  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:45:55 WIB
BPIP tegaskan seleksi Paskibraka Sulsel berdasarkan akumulasi nilai, tanpa diskriminasi.

MAKASSAR — BPIP Pusat merespons polemik seleksi Paskibraka tingkat nasional di Sulawesi Selatan yang ramai di media sosial. Polemik dipicu oleh tidak lolosnya peserta asal Kota Makassar berinisial CYL ke tahap pusat.

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi, menegaskan bahwa keputusan tersebut murni berdasarkan akumulasi nilai. Peserta CYL tidak masuk dalam peringkat tiga besar peserta wakil Sulawesi Selatan.

“Pada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,” kata Fuad dalam keterangannya, Kamis, 28 Mei 2026.

Penilaian Bukan Hanya Satu Aspek

Fuad menjelaskan bahwa seleksi Paskibraka tidak hanya menilai nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan. Proses penilaian dilakukan secara menyeluruh untuk melihat kesiapan calon pelaksana tugas kenegaraan.

“Paskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,” ujarnya.

Komponen penilaian meliputi kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, serta kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional.

Hasil Penilaian Lintas Unsur, Bukan Satu Lembaga

Fuad meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga. Proses ini merupakan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP.

Pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP, DPPI Pusat, dan Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).

“Keputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,” katanya.

BPIP Tepis Narasi Rasisme dan Diskriminasi

Dalam polemik yang berkembang, BPIP juga menepis narasi yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi dalam proses seleksi.

Dari setiap provinsi, hanya tiga pasang peserta yang dipilih untuk mengikuti tahapan seleksi pusat. Akumulasi nilai tertinggi dari seluruh tahapan menjadi pertimbangan utama untuk diutus ke tingkat pusat.

Fakta Singkat Seleksi Paskibraka Sulsel

  • Peserta asal Makassar berinisial CYL tidak lolos karena akumulasi nilai tidak masuk tiga besar.
  • Penilaian melibatkan unsur Pemda, tim seleksi provinsi, dan tim monitoring pusat.
  • Tidak ada diskriminasi SARA dalam proses seleksi.
Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: sulsel.suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top