PINRANG — Perhelatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah Tingkat Wilayah Sulawesi Selatan di Kabupaten Pinrang tidak hanya menjadi seremoni organisasi. Kehadiran ribuan kader dari seluruh penjuru provinsi selama beberapa hari terakhir menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid secara langsung mengapresiasi dampak ekonomi yang ditimbulkan. Ia menyebut kegiatan ini memperkenalkan potensi daerah, termasuk kuliner khas Pinrang, kepada peserta dari luar daerah.
“Pinrang berterima kasih sekali karena ‘Aisyiyah ditempatkan di Kabupaten Pinrang. Kegiatan ini pasti memberi pergerakan ekonomi yang luar biasa,” ujar Irwan dalam sambutannya, Ahad (31/5/2026).
Bupati Irwan menekankan bahwa dakwah tidak selalu berbentuk ceramah. Menurutnya, kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga, seperti posyandu dan penanganan tuberkulosis yang selama ini digerakkan kader ‘Aisyiyah, merupakan bentuk dakwah yang lebih aplikatif.
“Dakwah itu bukan selalu dalam bentuk pidato atau ceramah. Dalam bentuk kegiatan pun itu sudah termasuk dakwah yang luar biasa karena bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tegasnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Nurhayati Haruna, merinci rangkaian agenda milad yang menyasar langsung kebutuhan ekonomi dan pemberdayaan perempuan. Salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah Wisuda Akbar Sekolah Wira Usaha ‘Aisyiyah.
Program kewirausahaan ini diikuti peserta dari delapan kabupaten/kota, yakni Pangkep, Bantaeng, Gowa, Bone, Parepare, Makassar, Bulukumba, dan Pinrang sebagai tuan rumah. Para peserta telah melalui pelatihan dasar kewirausahaan, manajemen usaha, pemasaran digital, hingga pendampingan UMKM.
Selain wisuda, kegiatan lain yang digelar meliputi ‘Aisyiyah Creative Fest, Expo BUEKA (Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah), pasar murah, talkshow ketahanan keluarga, serta peluncuran Pos Bantuan Hukum ‘Aisyiyah dan Rumah Sakinah.
Nurhayati menambahkan, rangkaian milad ini merupakan momentum memperkuat gerakan dakwah perempuan berkemajuan yang tidak hanya bergerak di pendidikan dan sosial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi umat. Program Sekolah Wira Usaha, misalnya, diarahkan untuk melahirkan perempuan tangguh yang mampu menjadi pelaku usaha mandiri dan membuka lapangan kerja.