Satgas BBM Sidrap Evaluasi 10 dari 11 SPBU, Antrean Masih Terlihat di Sejumlah Titik

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Jumat, 18 September 2026 | 05:48:31 WIB

SIDRAP — Satgas BBM Bersubsidi Kabupaten Sidenreng Rappang menyampaikan empat poin evaluasi kepada seluruh pengelola SPBU di wilayahnya. Evaluasi disusun untuk memastikan informasi ketersediaan BBM tersampaikan jelas kepada masyarakat dan pengelolaan antrean berjalan sesuai kondisi stok riil di lapangan.

Dari 11 SPBU yang tersebar di Sidrap, Satgas telah mendatangi 10 SPBU. Hasil pemantauan menunjukkan antrean masih terlihat di sejumlah titik, meski kondisi secara umum dinilai tetap terkendali dan pelayanan berjalan lancar.

Petugas Nozzle Wajib Tahu Stok Aktual

Poin pertama menekankan bahwa petugas nozzle di lapangan harus mengetahui kondisi ketersediaan BBM secara aktual. Informasi stok yang tidak diperbarui berisiko membuat pelayanan pengisian tidak selaras dengan kondisi riil di lokasi.

Pengelola SPBU diminta memastikan setiap petugas yang bersentuhan langsung dengan konsumen memiliki gambaran stok terkini sebelum melayani pengendara.

Stok BBM Harus Diinformasikan Lewat Pengeras Suara dan Papan Informasi

Poin kedua mewajibkan informasi ketersediaan stok BBM melalui pengeras suara atau papan informasi SPBU diperbarui setiap saat. Tujuannya agar masyarakat mengetahui status ketersediaan bahan bakar secara transparan tanpa harus menunggu di antrean panjang.

Langkah ini dinilai penting karena ketidakjelasan informasi kerap memicu penumpukan kendaraan di depan dispenser.

Marshal Dilibatkan Hitung Jumlah Kendaraan dalam Antrean

Poin ketiga mengatur tugas marshal yang bertanggung jawab menghitung jumlah kendaraan dalam antrean. Perhitungan ini dipakai untuk memperkirakan apakah kendaraan yang mengantre masih memungkinkan memperoleh BBM sesuai kondisi stok yang tersedia.

Dengan begitu, pengendara yang berada di urutan belakang bisa mendapat gambaran lebih awal soal peluang mereka terlayani.

Informasi Jelas Cegah Kecurangan dan Kekecewaan Pengendara

Poin keempat menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas untuk mencegah kekecewaan pengendara yang telah menunggu lama tetapi tidak mendapatkan BBM. Informasi yang transparan juga berfungsi mencegah potensi kecurangan di lapangan.

Satgas menilai keempat poin ini saling terkait. Keterbukaan stok, penghitungan antrean, dan komunikasi petugas menjadi satu rangkaian yang menentukan kualitas pelayanan SPBU.

Pengawasan Terpadu Berjalan Sejak 8 September 2026

Pengawasan intensif Satgas BBM Bersubsidi Sidrap di sejumlah SPBU dilakukan secara terpadu bersama Kepolisian Resor Sidrap dan Kodim 1420 Sidrap sejak 8 September 2026. Kolaborasi lintas instansi ini menyasar seluruh SPBU di wilayah Sidrap.

Satu SPBU belum didatangi dari total 11 stasiun yang tersebar. Satgas belum menyampaikan jadwal lanjutan pemeriksaan untuk stasiun yang tersisa.

Antrean yang masih tampak di sejumlah SPBU menjadi perhatian utama dalam pengawasan kali ini. Namun, Satgas menegaskan pelayanan secara umum tetap berjalan lancar dan kondisi terkendali.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: bentengnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top