SIDRAP — Ratusan calon jamaah umrah JRW mengikuti pelepasan di Masjid Agung Sidrap sebelum bertolak ke Tanah Suci. Bunyamin Yapid memimpin langsung prosesi yang berlangsung khidmat tersebut.
Kehadiran Bunyamin di tengah jamaah disebut menjadi momen istimewa. Di sela tugasnya sebagai Tenaga Ahli Menteri Agama RI dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren As'adiyah Sengkang, ia menyempatkan diri membersamai para jamaah.
Silaturahmi Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
Bagi Bunyamin, pelepasan jamaah bukan sekadar agenda seremonial. Momentum itu dipakai untuk mempererat silaturahmi, menyampaikan doa dan harapan, sekaligus meneguhkan ikatan emosional dengan keluarga besar Annur Maarif dan JRW.
Ia mengaku bersyukur bisa hadir langsung di tengah jamaah yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan.
"Rasa syukur tak terhingga bisa hadir di tengah jamaah semua yang selama ini menjadi pilar utama suksesnya Annur Travel dan JRW. Saya merindukan suasana ini, dan Alhamdulillah, hari ini saya bisa berada di tengah-tengah jamaah semuanya," ungkap Bunyamin.
Amanah di Kemenag dan Pesantren Tak Kurangi Perhatian ke Annur
Bunyamin menegaskan berbagai amanah yang dijalankannya saat ini tidak mengurangi perhatian dan komitmennya terhadap Annur Maarif. Selain di Kementerian Agama, ia mengemban tugas sebagai Ketua Yayasan Pondok Pesantren As'adiyah Sengkang.
Dua tanggung jawab itu, katanya, menjadi bagian dari kesehariannya dalam mengabdi kepada masyarakat, agama, dan bangsa. Meski demikian, Annur Maarif tetap memiliki tempat istimewa dalam perjalanan pengabdiannya.
"Mendampingi Anregurutta Menteri Agama dan mengurus pondok pesantren menjadi keseharian kami saat ini. Namun, hati dan pikiran kami tetap ada dan akan terus ada untuk Annur. Mohon doa ta semua agar kiranya kami bisa berbuat lebih banyak untuk kemaslahatan umat, khususnya di Sulawesi Selatan," tuturnya.
Apresiasi untuk Pemkab Sidrap dan Pemerintah Pusat
Pada kesempatan itu, Bunyamin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung PT Annur Maarif dan JRW. Apresiasi khusus disampaikan kepada Pemkab Sidrap, Pemprov Sulawesi Selatan, dan pemerintah pusat.
Ia berharap sinergi antara penyelenggara perjalanan ibadah, pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen umat terus terjalin. Menurutnya, keberhasilan perjalanan ibadah tidak hanya diukur dari terlaksananya keberangkatan.
Komitmen pelayanan, pendampingan, dan perhatian kepada jamaah sejak persiapan hingga kembali ke Tanah Air dinilai sama pentingnya. Prosesi di Masjid Agung Sidrap pun menjadi ruang bagi jamaah dan keluarga memanjatkan doa agar seluruh rangkaian ibadah diberi kelancaran, kesehatan, keselamatan, dan keberkahan.
JRW Perluas Jangkauan Pelayanan Umrah di Sulsel
PT Annur Maarif bergerak di bidang pelayanan perjalanan ibadah haji dan umrah. Perusahaan ini mengembangkan pelayanan dengan mengedepankan kepercayaan jamaah, pendampingan perjalanan, serta penguatan hubungan dengan keluarga besar jamaah.
Dalam perkembangannya, PT Annur Maarif menghadirkan PT Jenewa Rabbani Wisata sebagai anak perusahaan. JRW memperluas jangkauan pelayanan umrah, khususnya di Sulawesi Selatan, dengan basis jamaah yang cukup besar di wilayah tersebut.
Pertumbuhan Annur Maarif dan JRW dibangun melalui pelayanan dan hubungan jangka panjang dengan jamaah. Dalam bisnis perjalanan ibadah, kepercayaan menjadi modal utama karena pelayanan tidak berhenti pada proses pendaftaran dan keberangkatan.