Central Omega Nyalakan PLTS Hybrid di Tambang Nikel Morowali

Penulis: Fauzan Arifin  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:22:31 WIB
PLTS hybrid off-grid berkapasitas 404.230 kWh per tahun resmi beroperasi di tambang nikel Central Omega di Morowali Utara.

SULAWESI SELATAN — PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) resmi mengoperasikan PLTS hybrid off-grid berkapasitas 404.230 kWh per tahun di tambang nikelnya di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, bersama pengembang PT Xurya Daya Indonesia. Langkah ini menjadikan Central Omega perusahaan tambang nikel pertama di wilayah tersebut yang mengintegrasikan energi surya ke operasionalnya. Proyek ini menyasar permintaan global akan nikel rendah karbon dari produsen baterai dan kendaraan listrik.

Tambang nikel Central Omega selama ini beroperasi jauh dari jaringan listrik PLN, sehingga pasokan energinya bergantung pada pembangkit berbahan bakar fosil. Kemitraan dengan Xurya Daya menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya yang dirancang menyatu dengan pembangkit eksisting, tanpa mengganggu produksi. Sistem hybrid ini memadukan panel surya dengan sumber daya yang sudah ada untuk menjaga keandalan pasokan.

Pasokan Listrik Stabil, Emisi Berkurang

PLTS yang baru dinyalakan menghasilkan 404.230 kWh energi bersih setiap tahun. Dari angka itu, Central Omega memangkas emisi CO2 sebanyak 343,6 ton per tahun — setara dengan penanaman 3.902 pohon. Energi yang dihasilkan disebut cukup untuk mengisi daya 5.630 unit mobil listrik.

Bagi perusahaan, sistem hybrid menawarkan dua manfaat sekaligus: memastikan listrik tetap stabil di lokasi terpencil dan menekan konsumsi bahan bakar fosil yang selama ini menjadi tulang punggung operasional.

Jawaban atas Tuntutan Rantai Pasok Global

Produsen baterai dan kendaraan listrik dunia kian ketat menyeleksi asal-usul nikel mereka. Mereka menuntut jejak karbon yang rendah sepanjang rantai pasok, dari tambang hingga smelter. Central Omega memposisikan PLTS ini sebagai jawaban atas tekanan tersebut.

Direktur Central Omega, Andi Jaya, menyatakan proyek ini membuktikan energi terbarukan bukan sekadar wacana. "Ini bukti energi terbarukan bukan wacana, tapi bisa diterapkan nyata di tambang," kata Andi, Kamis (1/10).

Managing Director Xurya, Eka Himawan, menambahkan proyek ini menunjukkan PLTS dapat dirancang khusus untuk kebutuhan tambang yang menuntut keandalan tinggi, bahkan di lokasi yang tidak terjangkau jaringan listrik.

Dorongan dari Pemerintah Daerah

Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, menilai radiasi matahari di wilayahnya sangat potensial untuk dikembangkan. Menurutnya, langkah Central Omega sejalan dengan target Presiden untuk membangun 100 GW energi surya nasional.

"Langkah ini seyogyanya menjadi contoh bagi sektor pertambangan di daerah," ujar Delis.

Morowali Utara sendiri dikenal sebagai salah satu pusat hilirisasi nikel di Sulawesi Tengah, dengan sejumlah smelter dan tambang beroperasi di kawasan tersebut. Kehadiran PLTS di lokasi tambang menjadi sinyal bahwa dekarbonisasi bisa dimulai dari titik produksi bahan baku.

Cetak Biru untuk Tambang Nikel Lain

Indonesia menargetkan Net Zero Emission pada 2060, sementara tekanan dekarbonisasi terhadap rantai pasok hilirisasi nikel terus meningkat. Negara-negara tujuan ekspor mulai menerapkan mekanisme penyesuaian karbon di perbatasan yang memengaruhi daya saing produk.

Dalam konteks itu, langkah Central Omega menjadi rujukan: menambang nikel untuk energi bersih, dengan energi bersih pula. Jika model hybrid off-grid ini terbukti andal dan ekonomis, perusahaan tambang lain di kawasan terpencil berpotensi meniru skema serupa.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top