SULAWESI SELATAN — Ford menghentikan produksi Escape dan Lincoln Corsair demi menyiapkan lini pickup listrik Fathom seharga US$30.000 di pabrik Louisville. Keputusan yang diambil tahun lalu itu membuat dealer kehilangan hampir 100.000 unit penjualan sepanjang tahun berjalan. Dua model kompak itu kini tinggal menyisakan sekitar 37.000 unit yang tersalurkan dari sisa stok produksi.
Penghentian dua model compact crossover Ford itu bukan tanpa konsekuensi. Sepanjang periode yang sama tahun lalu, Ford sudah mencatatkan penjualan 114.000 unit Escape dan 19.000 unit Corsair. Tahun ini, sisa unit produksi yang masih mengalir ke jaringan dealer hanya menyumbang sekitar 37.000 unit gabungan, sebagian besar terserap pada kuartal pertama dan kedua saat stok masih melimpah.
Selisihnya nyaris 100.000 unit hanya dalam hitungan tahun berjalan. Angka itu belum final karena jam masih terus berjalan menuju peluncuran platform listrik baru Ford.
Saat platform anyar itu benar-benar mengaspal, Escape dan Corsair diperkirakan sudah absen dari jalur produksi setidaknya setahun. Dalam rentang waktu tersebut, Ford semestinya bisa mengantongi sekitar 160.000 unit penjualan gabungan kedua model. Nyatanya, data penjualan kuartal ketiga Ford menunjukkan pelanggan-pelanggan itu hilang begitu saja.
Tempat paling logis untuk menemukan pembeli yang beralih adalah Bronco Sport, yang secara teknis merupakan kembaran Escape dengan kemampuan off-road. Namun penjualan Bronco Sport justru stagnan sepanjang 2026. Ada kenaikan di kuartal ketiga, tetapi secara keseluruhan model ini hanya tumbuh 2,9 persen atau sekitar 3.000 unit sepanjang tahun.
Sebagian pembeli mungkin beralih ke Explorer. Penjualan model itu naik hampir 18 persen sepanjang 2026, tetapi kalaupun seluruh kenaikan itu berasal dari mantan pembeli Escape, hanya 29.000 unit tambahan yang bisa dihitung. Jauh dari cukup menutup selisih yang hilang.
Mustang juga mencatat kenaikan serupa, tapi tetap tidak menutup kekurangan. Yang jelas, para pembeli itu tidak berpindah ke F-150 baru. Penjualan lini F-Series secara keseluruhan justru turun tipis di kuartal ketiga.
Ford berharap ada pemulihan besar setelah salah satu pemasok aluminium utamanya kembali berproduksi. Pemasok itu sempat berhenti beroperasi berbulan-bulan akibat kebakaran pada Oktober tahun lalu.
Selama masa itu, Ford tidak bisa mendapatkan pasokan pengganti dengan harga terjangkau akibat perang dagang yang berlangsung. Kondisi tersebut membatasi kapasitas produksi pabrik. Masalah pemasok yang kini teratasi mungkin menjelaskan mengapa F-Series hanya turun sekitar 2 persen di kuartal ini, bukan 11 persen seperti pada kuartal kedua. Meski begitu, target produksi ambisius Ford untuk 2026 sudah lama buyar.
Ford menghentikan Escape tepat sebelum pasar hybrid benar-benar panas. Kini Maverick menjadi satu-satunya model hybrid Ford yang benar-benar terjangkau dan efisien. Ford memang bertaruh besar pada peluncuran EV generasi berikutnya, dan sekarang terlihat seberapa besar taruhannya.