SULAWESI SELATAN — PT PLN (Persero) mengalirkan gas bumi dari Natuna ke Batam, Kepulauan Riau, sebesar 15 MMSCFD melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping. Penyaluran perdana ini menandai masuknya sumber gas domestik ke sistem kelistrikan Batam dan menjadi kado bagi Hari Listrik Nasional ke-81.
PT PLN (Persero) menugaskan subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengoperasikan jalur pipa WNTS–Pemping yang menghubungkan jaringan pipa West Natuna dengan fasilitas penerima gas atau Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping, Kepulauan Riau. Pipa sepanjang sekitar 4,5 kilometer berdiameter 16 inci itu punya kapasitas desain hingga 300 MMSCFD, jauh di atas volume 15 MMSCFD yang kini dialirkan.
Direktur Utama PLN Suroso Isnandar menyebut pengaliran gas Natuna sebagai bukti sinergi antara pengembangan sumber daya energi dalam negeri dan pembangunan infrastruktur pendukung. Menurut dia, pasokan yang andal menjadi prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus penguatan kedaulatan energi.
"Keberhasilan pengaliran gas Natuna ke Batam ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pengembangan sumber daya energi dalam negeri dan pembangunan infrastruktur untuk menghadirkan pasokan listrik yang andal, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat kedaulatan energi Indonesia," ujar Suroso, Jumat, 30 Oktober.
Dalam jangka pendek, gas dari Natuna dipakai memenuhi kebutuhan pembangkit PLN Batam selama pemeliharaan terencana atau turn around (TAR) fasilitas Jambi Merang pada 24 Oktober hingga 3 November 2026. Tanpa jalur alternatif, periode perawatan itu berpotensi menekan pasokan gas ke pembangkit.
Plh. Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menyatakan proyek ini merupakan tindak lanjut penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun serta mengoperasikan infrastruktur pipa WNTS–Pemping. Menurut dia, konektivitas tersebut membuka akses pemanfaatan gas bumi dalam negeri untuk memperkuat keandalan pembangkit.
"Alhamdulillah, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke-81, gas Natuna telah berhasil mengalir ke Batam. Capaian ini menjadi kado bagi kelistrikan nasional sekaligus wujud komitmen PLN EPI dalam menjalankan penugasan pemerintah," ujar Rakhmad.
Setelah periode perawatan Jambi Merang berakhir, pipa WNTS–Pemping tetap berfungsi memperkuat kepastian pasokan gas dari Lapangan Mako di Wilayah Kerja Duyung. Lapangan itu dijadwalkan mulai berproduksi dan menyalurkan gas pada 2027 dengan volume 111 MMSCFD selama delapan tahun.
Rakhmad menambahkan jalur baru ini memberi fleksibilitas pengelolaan pasokan energi primer bagi PLN dan membuka peluang penyaluran gas dari lokasi sumber baru di wilayah Natuna. Fleksibilitas itu penting karena pembangkit di Batam melayani kawasan industri yang permintaan listriknya terus tumbuh.
"Kehadiran jalur pasokan alternatif ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan pasokan energi primer sekaligus mendukung kontinuitas operasional pembangkit listrik di Batam," jelas Rakhmad.
Dari sisi regulasi, PLN EPI telah memperoleh Hak Khusus Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang berlaku hingga 17 Oktober 2046. Perusahaan juga mengantongi Izin Usaha Sementara Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Kementerian ESDM pada 26 Oktober 2026.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menyebut pengaliran gas Natuna tidak lepas dari kolaborasi PLN Group, pemerintah, dan mitra kerja. Menurut dia, dukungan Kementerian ESDM dan BPH Migas menjadi kunci penyelesaian proyek hingga gas bisa dialirkan ke Batam.
"Keberhasilan ini merupakan wujud nyata sinergi seluruh pihak dalam menghadirkan infrastruktur energi yang siap mendukung kebutuhan nasional. Kami mengapresiasi dukungan Kementerian ESDM, BPH Migas, seluruh entitas PLN Group, mitra kerja, dan tim yang telah bekerja dengan dedikasi tinggi," ujar Erma.
Bagi pelanggan PLN di Batam, tambahan pasokan ini berarti risiko pemadaman saat pemeliharaan pembangkit berkurang. Bagi investor, pengoperasian pipa dengan izin hingga 2046 memberi kepastian jangka panjang atas rantai pasok energi primer di kawasan industri Kepulauan Riau. Ke depan, PLN EPI menyatakan akan menjaga keandalan infrastruktur agar penyaluran gas berlangsung aman dan optimal.