MAKASSAR — Penutupan Fazzio Youth Festival 2026 ditandai dengan malam penganugerahan bagi para juara di setiap kategori. Rangkaian acara sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum babak utama bergulir, lewat roadshow ke 15 sekolah di Kota Makassar untuk menyosialisasikan cabang kompetisi.
Roadshow menyasar pelajar tingkat SMA dan sederajat. Tujuannya memastikan peserta memahami format lomba sebelum bertanding di GOR UMI selama 27-31 Oktober 2026.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah tim yang mendaftar. Cabang futsal dan basket masing-masing diikuti 30 tim, disusul 15 tim dance dan 13 pasangan Bro and Sis.
Barisan pendukung atau best supporter juga menjadi bagian penilaian tersendiri. Kehadiran mereka menambah semarak arena selama lima hari pertandingan.
Manager Divisi Promosi PT SJAM, Sintya Conarta, menyebut event tahunan ini dirancang sebagai ruang berekspresi yang positif dan produktif bagi generasi muda.
"Harapannya dengan adanya event ini bisa menjadi wadah bagi teman-teman khususnya di tingkat SMA dan sederajat untuk mengembangkan bakatnya di bidang olahraga dan seni," ujar Sintya, Sabtu (31/10/2026).
Fazzio Youth Festival 2026 digelar serentak di lima kota besar Indonesia. Makassar menjadi kota keempat yang menyelenggarakan, setelah sebelumnya berlangsung di Bandung dan dua kota lain.
Format serentak ini membuat kompetisi di tiap kota berjalan dengan standar penilaian yang sama. Pemenang dari masing-masing daerah kemudian diumumkan lewat awarding night.
Berikut para juara di setiap kategori berdasarkan hasil penilaian dewan juri:
Futsal Competition
Basket Competition
Sukro Oven Bro & Sis Competition
Tos Tos Dance Competition
SMA Zion Makassar muncul paling sering di daftar juara dance. Sekolah yang sama juga menyumbang MVP kategori tersebut lewat Matthew Bob Leunf.
Di cabang futsal, SMK Telkom Makassar keluar sebagai juara pertama sekaligus melahirkan MVP Agra Rahmat. Sementara SMA 4 Makassar menempati posisi kedua.
Setelah Makassar, masih ada satu kota lagi yang akan menggelar Fazzio Youth Festival 2026. Panitia belum menyebut secara rinci kota mana yang dimaksud dalam rilis penutupan di Makassar.
Gelaran tahun kedua ini melanjutkan format yang sama seperti edisi sebelumnya. Kompetisi olahraga dan seni pelajar menjadi inti acara, dengan panggung awarding night sebagai penutup.