Pencarian

Stellantis dan Dongfeng Produksi 4 Model Peugeot dan Jeep Baru di China Mulai 2025

Jumat, 15 Mei 2026 • 15:20:07 WIB
Stellantis dan Dongfeng Produksi 4 Model Peugeot dan Jeep Baru di China Mulai 2025
Pabrik Dongfeng Peugeot Citroen Automobile di Wuhan akan memproduksi empat model Peugeot dan Jeep mulai 2025.

SULAWESI SELATAN — Aliansi otomotif Stellantis memperkuat kemitraan panjangnya dengan Dongfeng melalui kesepakatan baru untuk memproduksi kendaraan di China yang ditujukan bagi konsumen internasional. Melalui perusahaan patungan Dongfeng Peugeot Citroen Automobile, pabrik di Wuhan dijadwalkan mulai merakit dua model baru Peugeot dan dua model Jeep pada 2025 mendatang.

Model Peugeot Berbasis Mobil Konsep Beijing Motor Show

Lini produk Peugeot yang akan diproduksi merupakan perwujudan nyata dari mobil konsep Concept 6 dan Concept 8 yang sempat dipamerkan di Beijing Motor Show. Model pertama mengusung desain estate yang aerodinamis mirip dengan siluet Peugeot 508, sementara model kedua diposisikan sebagai SUV flagship dengan dimensi yang lebih besar dari seluruh jajaran produk pabrikan Prancis tersebut saat ini.

Langkah ini menandai pergeseran strategi Stellantis dalam memanfaatkan basis produksi di China untuk kebutuhan global. Seluruh kendaraan hasil produksi pabrik Wuhan ini dipastikan akan dijual ke berbagai wilayah di dunia, meskipun pihak perusahaan belum merinci negara mana saja yang akan mendapatkan alokasi unit tersebut terlebih dahulu.

Jeep Fokus pada Kendaraan Off-Road New Energy

Untuk merek Jeep, Stellantis memang belum mengungkap detail spesifikasi teknis maupun desain eksteriornya secara mendalam. Namun, perusahaan memberikan kepastian bahwa kedua model tersebut akan hadir sebagai "off-road new energy vehicles" atau kendaraan off-road dengan teknologi energi baru yang ramah lingkungan.

Kemitraan ini mendapatkan dukungan penuh dari kebijakan industri otomotif di Provinsi Hubei dan pemerintah kota Wuhan. Dari total investasi €1 miliar (Rp 16 triliun), Stellantis berkontribusi sebesar €130 juta atau setara Rp 2,08 triliun untuk mendukung pengembangan teknologi dan fasilitas produksi di lokasi tersebut.

Pemanfaatan Teknologi EV dan Pengalaman 30 Tahun

CEO Stellantis, Antonio Filosa, menyatakan bahwa kolaborasi yang telah terjalin selama lebih dari 30 tahun menjadi modal utama dalam memperkenalkan kendaraan dengan teknologi listrik mutakhir. Menurutnya, Stellantis dan Dongfeng siap mengoptimalkan kekuatan masing-masing untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kepercayaan konsumen global.

“Kami menantikan proyek ini dan berharap dapat berkolaborasi lebih jauh di masa depan,” ujar Antonio Filosa dalam keterangan resminya. Sinergi ini sekaligus menegaskan posisi China sebagai hub produksi penting bagi Stellantis dalam mempercepat penetrasi kendaraan listrik dan energi baru di pasar otomotif dunia.

Bagikan
Sumber: autocar.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks