SULAWESI SELATAN — Dari total ekspor tersebut, sebanyak 56.057,79 MT atau 56,2 persen merupakan produk steel coil, sedangkan sisanya 43.617,84 MT berupa steel plate. Pengiriman terbaru bahkan menjangkau pasar Australia melalui kerja sama dengan perusahaan DITH Australia Pty. Ltd.
General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, menyebut angka itu menjadi bukti kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia di pelabuhan yang berlokasi di Cilegon, Banten.
“Keberhasilan menangani puluhan ribu ton komoditas baja tujuan internasional sepanjang tahun lalu membuktikan kapasitas dan keandalan operasional Pelabuhan Ciwandan,” ujar Benny dalam keterangan resmi, pekan ini.
Bukan Cuma Ekspor, Impor Bahan Baku Jadi Penopang Industri Dalam Negeri
Selain mendorong ekspor, Pelindo Regional 2 Banten juga memfasilitasi masuknya bahan baku baja setengah jadi ke dalam negeri. Sepanjang 2025, tercatat 719.631,84 MT material berupa steel billet, steel bloom, dan steel slab masuk melalui Pelabuhan Ciwandan.
Material tersebut kemudian didistribusikan ke berbagai kawasan industri di Indonesia. Aktivitas ini menjadi tulang punggung rantai pasok bagi pabrikan baja nasional yang membutuhkan bahan baku impor untuk proses produksi.
Di sisi lain, distribusi produk baja untuk kebutuhan domestik juga menunjukkan angka signifikan. Pelabuhan Ciwandan mencatat pengiriman 132.679,95 MT produk baja ke berbagai wilayah di Tanah Air sepanjang tahun lalu.
Penanganan Kargo Berat Butuh Ketelitian dan Standar K3 Ketat
Benny menambahkan, penanganan kargo baja memerlukan tingkat ketelitian tinggi, dukungan alat berat yang memadai, serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat. Menurutnya, keberhasilan operasional ini tidak lepas dari sinergi antara Pelindo, pengguna jasa, perusahaan pelayaran, dan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan pelabuhan.
Ke depan, Pelindo Regional 2 Banten berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan fasilitas untuk mengakomodasi pertumbuhan volume ekspor baja maupun komoditas general cargo lainnya. “Dukungan seluruh stakeholder menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis ke depan,” tutup Benny.