Pencarian

CEO Hyundai: AS Bisa Kebanjiran Mobil China Tanpa Tarif Tinggi

Minggu, 20 September 2026 • 10:52:02 WIB
CEO Hyundai: AS Bisa Kebanjiran Mobil China Tanpa Tarif Tinggi

SULAWESI SELATAN — CEO Hyundai Motor Jose Munoz memperingatkan Amerika Serikat berpotensi mengalami gelombang impor mobil China seperti yang terjadi di Eropa jika Washington melonggarkan tarif. Peringatan itu muncul setelah merek China menguasai lebih dari 9 persen pasar Uni Eropa dan 15 persen registrasi mobil baru di Inggris. Hyundai sendiri menunda peluncuran sistem ADAS Level 2++ hingga akhir 2029 akibat keterbatasan data validasi.

Peringatan itu disampaikan Jose Munoz dalam sebuah forum di San Jose, California. Ia menyebut Eropa sebagai gambaran nyata apa yang bisa terjadi di pasar Amerika jika kebijakan tarif tidak dipertahankan.

"Jadi saya kira kita bisa mengharapkan hal serupa terjadi di AS, pada tingkat berbeda, kecuali ada syarat tertentu," kata Munoz, merujuk pada tarif Uni Eropa dan persyaratan akses pasar lainnya.

Harga Mobil China 30-40 Persen Lebih Murah di Eropa

Produsen mobil China menggerus pangsa pasar dan profitabilitas merek mapan di Eropa, termasuk Hyundai dan Volkswagen. Senjata utamanya adalah harga yang jauh lebih rendah.

Munoz menyebut kendaraan China 30 persen sampai 40 persen lebih murah dari model pesaing di sejumlah pasar, termasuk Italia, Spanyol, dan Prancis. Selisih itu tetap terjadi meski Uni Eropa sudah menerapkan tarif atau komitmen harga minimum atas kendaraan listrik buatan China.

Brussels menyimpulkan EV China diuntungkan subsidi negara yang tidak adil. Namun kebijakan itu belum sepenuhnya menahan laju penetrasi merek China.

Pangsa Merek China di Eropa dan Inggris Terus Naik

Data asosiasi produsen mobil Eropa (ACEA) mencatat pangsa mobil bermerek China di Uni Eropa naik menjadi lebih dari 9 persen pada semester I 2026. Di Inggris, asosiasi industri SMMT mencatat pangsa merek China mencapai 15 persen dari registrasi mobil baru.

Inggris menjadi contoh paling tajam. Negara itu belum memberlakukan tarif serupa Uni Eropa, dan Munoz menyebut pasar yang dulu sangat menguntungkan itu kini "telah menjadi seperti China".

AS Efektif Memblokir EV China dengan Tarif 100 Persen

Posisi Amerika Serikat saat ini jauh berbeda dari Eropa. Washington secara efektif memblokir impor EV China dengan tarif sekitar 100 persen.

Presiden Donald Trump mengatakan kepada Fox News pekan lalu bahwa ia akan menyambut produsen mobil China jika mereka membuat kendaraan di dalam negeri AS. Pernyataan itu membuka spekulasi soal arah kebijakan berikutnya.

Munoz menggemakan peringatan yang lebih dulu disampaikan produsen mobil Detroit. CEO Ford Jim Farley memberi tahu karyawan pada Juli 2026 bahwa perusahaan bersiap menghadapi kemungkinan produsen mobil China masuk AS dalam 5 sampai 10 tahun ke depan.

Hyundai Tunda ADAS Level 2++ ke Akhir 2029

Di sisi teknologi, Hyundai Motor Group menunda peluncuran kendaraan berperangkat lunak bantuan pengemudi buatan sendiri. Sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) Level 2++ mundur ke akhir 2029 dari target semula akhir 2027.

Munoz mengatakan perusahaan butuh lebih banyak waktu untuk mengumpulkan data dan memvalidasi kinerja keselamatan. Hyundai tetap bekerja sama dengan Nvidia untuk meluncurkan kendaraan berperangkat Level 2+ dan Level 2++ pada 2028.

"Jika Anda rendah hati, Anda menyadari teknologi Anda tidak bagus, mungkin Anda perlu mencoba kemitraan," ujar Munoz soal kerja sama dengan Nvidia.

Hyundai Tetap Ingin Kembangkan Baterai dan Otonom Sendiri

Meski membuka pintu kemitraan, Munoz menegaskan Hyundai pada akhirnya berencana mengembangkan sendiri kendaraan otonom dan teknologi baterai.

"Kami mungkin membeli sesuatu di sana-sini, atau bermitra sementara, tetapi untuk teknologi yang relevan seperti baterai, kami ingin punya teknologi sendiri," katanya.

Peringatan Munoz menempatkan tarif sebagai penentu utama peta persaingan otomotif global. Tanpa proteksi, merek China yang sudah menekan harga di Eropa berpotensi mengulang pola serupa di pasar Amerika.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks