Pencarian

Gubernur Sulsel Tinjau Pompanisasi Sungai Saddang di Pinrang, Bantuan 10 Pompa Alcon hingga Sumur Bor Diserahkan

Selasa, 22 September 2026 • 13:16:31 WIB
Gubernur Sulsel Tinjau Pompanisasi Sungai Saddang di Pinrang, Bantuan 10 Pompa Alcon hingga Sumur Bor Diserahkan
Gubernur Sulsel meninjau kegiatan pompanisasi di Sungai Saddang, Pinrang.

PINRANG — Pompanisasi di Sungai Saddang diarahkan menambah pasokan air menuju Saluran Induk Pekkabata di Desa Massewae, Kecamatan Duampanua. Langkah itu ditempuh agar distribusi air ke jaringan irigasi tetap terjaga dan lahan pertanian masyarakat tidak kekeringan. Jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang turut mendampingi peninjauan tersebut.

Kemarau yang cukup panjang membuat debit air menurun dan memberi tekanan pada pengelolaan irigasi. Gubernur A. Sudirman Sulaiman menyebut pemerintah provinsi bersama BBWS Pompengan Jeneberang dan Pemkab Pinrang terus mencari langkah agar produktivitas pertanian tidak jatuh.

Bantuan Sarana Pertanian yang Diserahkan ke Pemkab Pinrang

Pemprov Sulawesi Selatan menyerahkan dukungan sarana pertanian kepada Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam kunjungan tersebut. Rinciannya:

  • Satu unit traktor roda empat
  • Satu unit traktor roda dua
  • 10 unit pompa Alcon berukuran tiga inci
  • Satu unit pompa enam inci
  • 10 unit sumur bor

Selain bantuan sarana, turut diberikan dukungan anggaran untuk penyewaan 10 unit pompa ponton. Dukungan itu diharapkan memperkuat kemampuan petani dan pemerintah memenuhi kebutuhan air di tengah kemarau.

Normalisasi Hulu dan Pengaturan Distribusi Lintas Kabupaten

Pemerintah juga mendorong penanganan jaringan irigasi secara lebih menyeluruh. Normalisasi aliran air dari wilayah hulu dinilai penting agar kapasitas dan kelancaran distribusi air lebih optimal menjelang musim tanam berikutnya.

Gubernur Sulsel menekankan pengaturan distribusi air harus dilakukan bersama-sama karena jaringan irigasi menyangkut kebutuhan pertanian di tiga wilayah: Pinrang, Sidrap, dan Wajo. Kesepahaman sebelum musim tanam perlu dibangun lewat pertemuan bersama atau tudang sipulung.

"Perlu ada tudang sipulung bersama sebelum turun sawah secara serentak agar pembagian air di tiga kabupaten ini bisa optimal," jelasnya.

Mengapa Air Jadi Penentu bagi Petani Pinrang

Kabupaten Pinrang menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat. Ketersediaan air menjadi kebutuhan yang sangat menentukan bagi keberlanjutan usaha tani warga.

Pasokan air yang lebih terjaga diharapkan membantu petani mempertahankan produktivitas lahan. Risiko kerugian akibat kekurangan air juga bisa ditekan, sekaligus menjaga keberlanjutan musim tanam.

Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid menilai sinergi antara Pemprov Sulsel, Pemkab Pinrang, dan BBWS Pompengan Jeneberang menjadi bagian penting dalam menghadapi persoalan irigasi yang dirasakan petani.

"Yang paling penting adalah bagaimana seluruh upaya ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya petani. Dengan pasokan air yang lebih terjaga, kita berharap lahan pertanian tetap produktif dan para petani dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih baik," ujar Bupati Irwan.

Ia menambahkan, penanganan persoalan irigasi membutuhkan koordinasi lintas wilayah karena ketersediaan dan distribusi air tidak hanya berkaitan dengan satu daerah. Komunikasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, BBWS, serta masyarakat pengguna air perlu terus diperkuat agar setiap kebijakan dapat dilaksanakan secara terukur dan berkeadilan.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritakotamakassar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks