Pencarian

FBI Diduga Dibobol ShinyHunters, Data Medis Ribuan Agen Dicuri

Sabtu, 26 September 2026 • 18:22:01 WIB
FBI Diduga Dibobol ShinyHunters, Data Medis Ribuan Agen Dicuri
Kelompok peretas ShinyHunters mengklaim membobol portal FBIJobs.gov dan mencuri data kepegawaian FBI.

SULAWESI SELATAN — Kelompok peretas ShinyHunters mengklaim membobol portal FBIJobs.gov dan mencuri data kepegawaian FBI, termasuk hasil tes darah dan urine ribuan agen. Seorang reporter BBC mengaku telah melihat sampel pemeriksaan medis "kelaikan kerja" yang dicuri setelah pelaku menghubunginya. Insiden ini menandai eskalasi serangan siber terhadap institusi penegak hukum Amerika Serikat.

Pendiri 404 Media, Joseph Cox, mengungkap bahwa ShinyHunters membagikan daftar berisi 5.000 nama yang diduga pejabat FBI kepada medianya. Meski kelompok itu belum merilis seluruh data curian ke publik, mereka memberi sampel cukup besar kepada sejumlah jurnalis.

FBI membenarkan pihaknya mengetahui adanya sindikat kejahatan siber yang mengklaim telah membobol portal FBIJobs.gov. Lembaga itu menyatakan masih menelusuri apakah titik peretasan berasal dari pihak ketiga atau jaringan internal.

Data Sensitif yang Dicuri

Hasil tes darah dan urine termasuk dalam catatan yang diduga dicuri. Data medis semacam ini tergolong paling sensitif karena memuat informasi kesehatan pribadi yang biasanya dilindungi aturan privasi ketat.

BBC News melaporkan telah melihat sampel hasil pemeriksaan medis "kelaikan kerja" yang dicuri. Sampel itu dikirim langsung oleh pelaku kepada reporter tersebut.

FBIJobs.gov sejak 2017 menjadi portal bagi pencari kerja yang ingin melamar posisi agen maupun staf pendukung FBI. Portal ini menampung informasi identitas pribadi pelamar dalam jumlah besar.

Respons Resmi FBI

FBI menyatakan tengah menyelidiki dugaan dampak terhadap informasi identitas pribadi milik pegawainya. Lembaga itu menegaskan bekerja sama erat dengan penyedia pihak ketiga yang mendukung FBIJobs.gov.

"Meskipun titik peretasannya masih belum dipastikan apakah dari pihak ketiga atau jaringan internal FBI, kami secara aktif dan agresif menyelidiki masalah ini, serta bekerja sama erat dengan penyedia pihak ketiga yang mendukung FBIJobs.gov untuk memitigasi segala bentuk risiko," sebut FBI.

Sumber yang memahami masalah ini menyebut FBI terus menelusuri sejauh mana skala peretasan serta informasi apa saja yang mungkin bocor.

Jejak Peringatan Sejak Mei

Pada Mei, FBI telah mengeluarkan peringatan layanan masyarakat terkait ancaman dari ShinyHunters. Lembaga itu menggambarkan kelompok tersebut sebagai spesialis pembobolan data berskala besar dan pemerasan.

Anggota ShinyHunters biasanya mengirim pesan teks dan panggilan telepon bernada ancaman kepada korban beserta anggota keluarganya. Dalam beberapa kasus, mereka melakukan laporan palsu ke polisi.

Peringatan tersebut juga menyebut akses ke data sensitif dapat memberi kelompok itu kesempatan menjual data curian kepada pelaku kejahatan siber lain.

Motif di Balik Serangan

Cox menduga motif utama dalam kasus ini bukan uang. Menurutnya, ShinyHunters ingin FBI meralat berbagai klaim yang pernah dibuat lembaga tersebut mengenai kelompok mereka.

Dugaan peretasan ini menambah daftar panjang serangan siber terhadap institusi pemerintah Amerika Serikat. Bagi pelaku bisnis digital dan pengguna di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa data identitas dan medis yang tersimpan di portal rekrutmen maupun layanan publik rentan menjadi sasaran.

FBI belum mengumumkan jadwal penyelesaian investigasi maupun jumlah pasti korban yang terdampak.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks