Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meminta pemerintah kabupaten dan kota menindaklanjuti hasil program Land4Lives menjadi aksi nyata penguatan ketahanan iklim dan pengelolaan bentang lahan berkelanjutan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulsel Kasman menyampaikan hal itu pada penutupan program di Makassar, Kamis. Program yang berjalan sejak 2021 itu dinilai perlu direplikasi ke sejumlah daerah aliran sungai lain di provinsi tersebut.
MAKASSAR — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan menutup program Land4Lives dengan pesan agar pemerintah kabupaten dan kota tidak berhenti pada dokumen hasil. Kasman, Kepala Dinas LHK Sulsel, menyebut hasil lima tahun program itu harus diterjemahkan menjadi program dan aksi nyata di lapangan.
Land4Lives berjalan sejak 2021 dengan pendampingan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada. Penutupan program digelar di Makassar, Kamis, dan dihadiri perwakilan pemerintah provinsi, kabupaten, serta mitra pembangunan.
DAS Bila Walanae Jadi Wilayah Perhatian Utama
Kasman menyoroti Daerah Aliran Sungai Bila Walanae sebagai salah satu wilayah yang menghadapi persoalan tutupan lahan, degradasi lingkungan, dan masalah sosial cukup kompleks. Menurut dia, kondisi itu membuat DAS tersebut layak menjadi prioritas penanganan lanjutan.
"Semoga ini bukan yang terakhir. Mudah-mudahan masih ada kelanjutan ke depannya karena di Sulsel bukan hanya satu DAS, tetapi ada beberapa DAS yang bisa kita laksanakan program-program ke depannya," ujar Kasman.
Ia berharap hasil program lima tahun itu menjadi pilot project yang bisa direplikasi ke DAS lain di Sulawesi Selatan maupun wilayah lain di Indonesia.
Dokumen Saja Tidak Cukup, Harus Ada Aksi
Kasman menegaskan output program tidak boleh berhenti sebagai dokumen. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan diminta menerjemahkannya menjadi program konkret.
"Artinya bukan hanya dokumen yang menjadi output, tetapi ada action, baik itu program-program dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten maupun seluruh stakeholder," katanya.
Ia menekankan pengelolaan DAS harus terintegrasi karena kondisi kawasan hulu berdampak langsung ke wilayah hilir. Dampak itu menyangkut ketahanan pangan, air, dan energi.
Karakter Geografis Sulsel Menuntut Pendekatan Berbeda
Sulawesi Selatan memiliki karakter geografis beragam, dari kawasan pegunungan, dataran, hingga pesisir. Kasman menyebut pengelolaan lahan harus mempertimbangkan fungsi ekologis sekaligus kepentingan ekonomi masyarakat setempat.
Pendekatan itu dinilai penting agar program lingkungan tidak berbenturan dengan mata pencaharian warga di sekitar kawasan DAS.
Pemerintah Kanada Apresiasi Kepemimpinan Daerah
Alice Birnbaum, Kepala Kerjasama Pembangunan Kanada atau Global Affairs Canada, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun dengan Pemerintah Sulawesi Selatan melalui program Land4Lives.
Ia menilai salah satu hasil penting program tersebut adalah kuatnya kepemimpinan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam menindaklanjuti hasil program.
Prioritas utama bantuan pembangunan Kanada di Indonesia saat ini meliputi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, ketahanan iklim, serta ketahanan pangan.
Apa Langkah Selanjutnya untuk DAS Lain di Sulsel?
Pemprov Sulsel belum memerinci jadwal dan lokasi replikasi program ke DAS lain. Namun Kasman memastikan sejumlah DAS di provinsi itu masih membuka peluang pelaksanaan program serupa ke depan.
Pemerintah kabupaten dan kota kini memegang peran kunci menerjemahkan hasil Land4Lives menjadi kebijakan dan kegiatan di wilayah masing-masing.