MAROS — Orientasi Palang Merah Remaja (PMR) Madya dan Wira yang digelar PMI Kabupaten Maros bersama PMI Kecamatan Mallawa diikuti puluhan anggota dan pembina PMR dari sejumlah sekolah. Selain materi kepalangmerahan, kegiatan itu menjadi titik awal berdirinya unit PMR di lima sekolah sekaligus.
Kelima sekolah tersebut adalah SMPN 12 Mallawa, SMPN 8 Mallawa, SMPN 27 Satap Lappawarue, SMPN 41 Satap Batu Putih, dan SMAN 7 Maros. Pembentukan unit di tiap sekolah diharapkan membuat pembinaan anggota PMR berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Lima Sekolah di Mallawa Kini Punya Unit PMR Resmi
Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PMI Kabupaten Maros Amiruddin, Kepala UPTD SMPN 12 Mallawa Mashuri, Kepala UPTD SMPN 27 Satap Lappawarue Muhammad Aris, serta para pembina dan fasilitator PMI. Kehadiran para kepala sekolah menandai komitmen sekolah terhadap pembinaan PMR di lingkungan masing-masing.
Materi orientasi mencakup prinsip dasar kepalangmerahan dan pertolongan pertama. Pelajar tidak hanya dibekali pemahaman teori, tetapi juga didorong menerapkan keterampilan itu di sekolah maupun di tengah masyarakat.
Mengapa Pembinaan Dimulai dari Pelajar
Ketua PMI Kecamatan Mallawa Andi Muallim menilai pembinaan PMR penting untuk menanamkan kepedulian sosial dan semangat menolong sesama sejak dini. Menurutnya, pelajar perlu memahami prinsip kepalangmerahan sekaligus mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
"PMR menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar tentang kemanusiaan, kepedulian, dan bagaimana membantu sesama yang membutuhkan," jelas Andi Muallim.
Lewat orientasi ini, anggota PMR diharapkan tumbuh sebagai pelopor aksi kemanusiaan di lingkungan sekolah dan masyarakat. PMI Kabupaten Maros bersama PMI Kecamatan Mallawa akan melanjutkan pembinaan melalui para pembina dan fasilitator di tiap sekolah.