LUWU UTARA — Rakerda itu menjadi ajang penguatan sinergi program pemberdayaan keluarga dari tingkat kabupaten hingga desa. Kegiatan dihadiri Wakil Bupati, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh camat, serta pengurus PKK kecamatan dan desa se-Kabupaten Luwu Utara.
Salah satu agenda utama adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara TP PKK Kabupaten Luwu Utara dengan penyuluh pertanian. Langkah ini diambil untuk memperkuat kolaborasi dalam peningkatan ketahanan pangan keluarga dan pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian.
MoU ini menjadi dasar bagi kader PKK di lapangan untuk berkoordinasi langsung dengan penyuluh dalam memberikan pendampingan teknis kepada keluarga. Harapannya, setiap rumah tangga bisa memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif.
Rakerda juga menjadi momentum peluncuran program GEMPITA, atau Gerakan Menanam di Pekarangan Kita. Dalam sesi tersebut, panitia menyerahkan bibit cabai secara simbolis kepada keluarga penerima manfaat.
Program ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional TP PKK Tahun 2025 yang telah diselaraskan dengan program pembangunan daerah. Tema yang diusung tahun ini adalah “Penguatan Peran PKK dalam Mewujudkan Keluarga Sejahtera dan Mandiri Menuju Luwu Utara Unggul, Terkemuka, dan Akseleratif”.
Selain bibit, panitia juga menyerahkan insentif kepada kader-kader Keluarga Berencana (KB). Mereka yang menerima meliputi PPKBD, sub-PPKBD, BKB, BKR, hingga BKL. Pemberian insentif ini sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam mendukung pelayanan dan pembinaan keluarga di lapangan.
Ketua TP PKK Kabupaten Luwu Utara, Misnawati A. Abdullah Rahim, menegaskan bahwa Rakerda bukan sekadar agenda rutin. Ia menyebut forum ini sebagai wadah strategis untuk mengevaluasi program sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Abdullah Rahim berharap Rakerda dapat menjadi momentum evaluasi dan pembenahan pelaksanaan program PKK. “Melalui Rakerda ini kita berharap seluruh program PKK semakin terarah dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Misnawati menambahkan, pentingnya adaptasi program PKK terhadap tantangan zaman yang terus berkembang. Menurutnya, penguatan peran kader menjadi kunci agar program berjalan efektif di tengah masyarakat.
Rakerda juga menghadirkan sesi koordinasi antar pemangku kepentingan. Pembahasan mencakup target program ke depan, seperti pengembangan kapasitas kader, penguatan pola asuh dan kesehatan keluarga, serta pemanfaatan pekarangan sebagai bagian dari program ketahanan pangan.