Bupati Bantaeng Resmikan Vertical Dryer 10 Ton di Bissappu, Petani Jagung Kini Tak Lagi Terkendala Musim Hujan

Penulis: Fauzan Arifin  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 10:48:01 WIB
Bupati Bantaeng meresmikan Vertical Dryer berkapasitas 10 ton untuk Kelompok Tani Matahari di Kecamatan Bissappu.

BANTAENG — Alat pengering vertikal itu diserahkan langsung ke Kelompok Tani Matahari yang beroperasi di Panaikang, Kelurahan Bonto Manai. Kapasitas 10 ton per siklus dinilai cukup menampung hasil panen jagung anggota kelompok saat curah hujan tinggi.

Bantuan berasal dari Kementerian Pertanian RI. Pemkab Bantaeng menyebut fasilitas ini menyasar persoalan lama petani jagung: kualitas biji menurun jika panen basah dan pengeringan dilakukan dengan cara konvensional.

Mengapa Pengeringan Jadi Titik Krusial di Musim Hujan

Jagung yang dipanen saat hujan mengandung kadar air tinggi. Tanpa pengeringan terkontrol, biji rentan berjamur dan harganya jatuh di tingkat pedagang. Vertical Dryer memakai aliran udara panas bertingkat supaya kadar air turun merata.

Fathul Fauzy menyebut bantuan pemerintah pusat itu sebagai jawaban atas kendala teknis yang dihadapi kelompok tani setempat.

"Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan bantuan Vertical Dryer jagung berkapasitas 10 ton untuk Kelompok Tani Matahari di Kecamatan Bissappu. Ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian yang diharapkan dapat membantu petani, khususnya dalam menjaga kualitas hasil panen jagung, terutama saat musim hujan," ujarnya.

Bupati berharap alat itu dipakai optimal, bukan hanya jadi simbol bantuan. Menurutnya, nilai ekonomi produksi jagung ikut naik jika kualitas biji terjaga.

Dua Unit Lain Masih Dikerjakan

Pemkab Bantaeng mencatat baru satu unit yang resmi beroperasi. Dua unit Vertical Dryer lain masih dalam proses pembangunan dan belum dijelaskan kapan tepatnya rampung.

Kepala Dinas Pertanian Bantaeng Mahyudin menekankan bahwa target produksi saja tidak cukup. Kualitas hasil panen menentukan daya saing jagung Bantaeng di pasar.

"Pembangunan pertanian tidak lagi cukup hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi. Kita juga harus memperhatikan kualitas agar hasil produksi jagung kita memiliki daya saing dan manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani," ujarnya.

Yang Diuntungkan dan yang Belum Tersentuh

Kelompok Tani Matahari menjadi penerima pertama fasilitas ini. Petani jagung di luar kelompok tersebut belum tercatat sebagai pengguna, sehingga pemanfaatan bersama masih bergantung pada kesepakatan antarpetani di Kecamatan Bissappu.

Pemkab berharap seluruh unit yang dibangun bisa segera dipakai saat panen raya berikutnya. Dengan begitu, kehilangan hasil akibat cuaca basah bisa ditekan sejak awal musim.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: sindomakassar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top