BULUKUMBA — Kabar duka datang dari Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu. Nakla mengembuskan napas terakhir setelah sembilan hari berjuang di ruang Intensive Care Unit (ICU) rumah sakit daerah setempat.
Ketua RW di Kelurahan Loka, Rahmi Amrahi, membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut balita itu meninggal pada Kamis dini hari pukul 03.00 Wita.
Selama menjalani perawatan intensif, kondisi Nakla tidak menunjukkan perbaikan berarti. Balita berusia satu tahun itu dirawat di ICU sejak dilarikan ke rumah sakit.
"Sembilan hari sama hari ini di ICU di RS Umum Bulukumba. Selama di rumah sakit ditanggung sama Baznas," ujar Rahmi Amrahi.
Sebelum masuk rumah sakit, Nakla sempat 10 hari tidak mampu mengonsumsi makanan maupun susu. Kondisi tubuhnya terus menurun hingga akhirnya memerlukan penanganan medis intensif.
Rahmi menyebut seluruh biaya perawatan Nakla selama di ICU ditanggung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Keterangan itu disampaikan saat mengonfirmasi kabar meninggalnya balita tersebut.
Kasus gizi buruk pada balita menjadi persoalan yang masih dihadapi sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. Penanganan dini di tingkat posyandu dan puskesmas menjadi kunci untuk mencegah kondisi memburuk hingga memerlukan perawatan intensif.
Hingga kabar ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba maupun pihak rumah sakit mengenai riwayat penanganan medis Nakla sebelum dirawat di ICU.