Penjualan Motor Indonesia Tembus 5,16 Juta Unit, Rekor Sejak 2015 di Depan Mata

Penulis: Jauhari Lubis  •  Rabu, 04 November 2026 | 13:24:01 WIB
Penjualan sepeda motor domestik mencapai sekitar 5,16 juta unit hingga September 2026 menurut data AISI.

SULAWESI SELATAN — Penjualan sepeda motor domestik Indonesia mencapai sekitar 5,16 juta unit hingga September 2026, menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Capaian sembilan bulan itu menempatkan pasar motor nasional pada jalur memecahkan rekor tertinggi sejak 2015. AISI menargetkan total akhir tahun 6,5 juta sampai 6,7 juta unit.

Ketua Umum AISI Thomas Wijaya menyebut target 6,5 juta hingga 6,7 juta unit sebagai batas realistis bagi pasar tahun ini. Angka itu lebih tinggi dari penutupan 2025 yang mencapai 6.412.769 unit, atau tumbuh 1,3 persen dibanding 2024.

“Tahun lalu (penjualan motor) kurang lebih 6,4 jutaan (unit). Maka tahun ini kami harapkan bisa bertahan di kisaran 6,5 juta sampai 6,7 juta unit,” kata Thomas di Jakarta, seperti dikutip dari keterangan resmi.

Ambang Rekor Baru: di Atas 6,5 Juta Unit

Bagi AISI, angka 6,5 juta unit bukan sekadar target pertumbuhan. Ambang itu menjadi penanda apakah pasar motor nasional benar-benar mencetak rekor baru setelah lebih dari satu dekade.

“Kalau di atas 6,5 juta unit, berarti tertinggi setelah 2015. Tahun ini mencapai rekor baru,” ujar Thomas.

Hingga September, volume penjualan sudah menembus sekitar 5,16 juta unit. Artinya, sisa tiga bulan terakhir hanya perlu menambah sekitar 1,3 juta sampai 1,5 juta unit untuk mengunci pencapaian tersebut.

Inflasi Tiga Persen Jaga Daya Beli

Fondasi ekonomi nasional selama sembilan bulan pertama 2026 dinilai AISI masih solid. Tingkat inflasi yang terjaga di kisaran tiga persen disebut menjadi penopang utama daya beli masyarakat.

Stabilitas harga itu penting karena sepeda motor di Indonesia bukan barang mewah, melainkan alat mobilitas harian. Rata-rata transaksi bulanan pada 2025 mencapai 535.000 unit, indikasi tingginya ketergantungan konsumen pada kendaraan roda dua.

Ketahanan pasar motor juga kontras dengan kondisi industri roda empat yang disebut AISI sedang menghadapi tantangan tersendiri sepanjang tahun ini.

Kredit Masih Dominasi 65 Persen Transaksi

Sektor pembiayaan memegang peran sentral dalam menjaga ritme penjualan. Skema kredit masih menjadi metode pembayaran paling diminati dengan porsi sekitar 65 persen dari total transaksi pembelian motor di tanah air.

Besarnya porsi leasing membuat penjualan motor sangat bergantung pada suku bunga dan kelonggaran uang muka dari perusahaan pembiayaan. Selama dua faktor itu stabil, permintaan diperkirakan bertahan.

IMOS 2026 Jadi Mesin Pendorong Akhir Tahun

Produsen anggota AISI memanfaatkan pameran otomotif berskala nasional untuk mendongkrak penjualan menjelang tutup tahun. Indonesia International Motorcycle Show (IMOS) 2026 menjadi salah satu ajang yang diandalkan.

Pameran biasanya dipakai merek-merek besar untuk meluncurkan model baru sekaligus menawarkan program diskon dan paket kredit khusus. Bagi AISI, tiga bulan terakhir menjadi periode krusial untuk menutup selisih menuju 6,5 juta unit.

Jika target tercapai, 2026 akan tercatat sebagai tahun terbaik pasar sepeda motor Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top