Pencarian

5 Fakta Yasdin, Dosen UNM yang Kini Pimpin Pemuda ICMI Makassar, Pernah Jadi Tukang Cuci Mobil hingga Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 • 19:39:26 WIB
5 Fakta Yasdin, Dosen UNM yang Kini Pimpin Pemuda ICMI Makassar, Pernah Jadi Tukang Cuci Mobil hingga Jurnalis
Dr. Ir. Yasdin resmi terpilih sebagai Ketua Pemuda ICMI Kota Makassar periode 2026–2029.

MAKASSAR — Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Makassar resmi memiliki ketua baru. Dr. Ir. Yasdin, S.Pd, M.Pd, M.Sc, IPM, terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Kantor Perwakilan DPD RI Sulsel, Sabtu (23/5/2026) malam.

Pria kelahiran Wajo, 2 Februari 1987, ini menggantikan Syamsu Alam, dosen bisnis digital Fakultas Ekonomi UNM. Sidang Musda dipimpin oleh mantan Sekretaris Pemuda ICMI Sulsel, Erwin Saputra.

Yasdin bukan wajah baru di dunia organisasi dan akademik. Sebelum menjadi dosen tetap di Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif FT UNM, ia pernah bekerja sebagai jurnalis di Tribun Timur. Berikut lima fakta menarik tentang perjalanan hidupnya.

1. Riwayat Pendidikan: dari S1 hingga Program Insinyur

Yasdin menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Wajo. Ia lulus dari SD 236 Kaluku Pitumpanua, SMP Negeri 3 Pitumpanua, dan SMA Negeri 6 Wajo.

Gelar S1 diperoleh dari Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif FT UNM (2005–2010). Ia kemudian meraih S2 di dua kampus berbeda: Pendidikan Teknologi Kejuruan PPs UNM (2010–2013) dan Teknik Industri UGM (2016–2019). Gelar doktor diraih dari Pendidikan Teknologi Kejuruan UNY (2013–2017), dan program insinyur diselesaikan di Universitas Brawijaya (2020–2021).

2. Karier: Jurnalis hingga Kepala Pusat Riset UNM

Setelah lulus kuliah, Yasdin bekerja sebagai jurnalis di Tribun Timur. Minatnya pada jurnalistik tumbuh dari kebiasaan membaca berita perjuangan, terinspirasi dari aktivis Soe Hock Gie. Selama di media, ia juga menulis puisi dan naskah teater.

Tiga tahun kemudian, ia meninggalkan dunia jurnalistik untuk melanjutkan studi doktor di Yogyakarta. Sejak 2015, ia menjadi dosen tetap di UNM. Ia juga menjabat sebagai Kepala Pusat Riset dan Penguatan Inovasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNM periode 2019–2023.

3. Pengalaman Organisasi: dari Aktivis Demo hingga ICMI

Yasdin aktif berorganisasi sejak mahasiswa. Ia pernah menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Otomotif (HMO) FT UNM (2008–2009) dan Presiden Mahasiswa FT UNM (2009–2010). Ia juga bergabung di UKM Seni UNM selama tiga tahun (2007–2009).

Sebagai aktivis, ia kerap turun ke jalan. Ia mengaku pernah dipukul pentungan dan ditangkap polisi saat demonstrasi. Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga baginya. Ia juga tercatat sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Islam (2006) dan Persatuan Insinyur Indonesia (2021).

4. Masa Kecil: Tukang Cuci Mobil hingga Mencatat Meteran Listrik

Yasdin lahir di Desa Kaluku, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo. Sejak kecil, ia sudah bekerja keras membantu orang tua, mulai dari menanam padi hingga mencari telur bebek untuk dijual.

Saat SMP, ia menjadi tukang cuci mobil. Kebiasaan itu berlanjut hingga SMA, saat ia bekerja sebagai tukang catat meteran listrik. Semangat ini terus ia bawa hingga kuliah di Makassar.

5. Komitmen Pemuda ICMI Makassar ke Depan

Pemuda ICMI merupakan organisasi sayap pemuda dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), yang berkomitmen membangun masyarakat melalui pendidikan dan kegiatan sosial. Dengan latar belakang akademik dan organisasi yang kuat, Yasdin diharapkan membawa angin segar bagi organisasi ini di Kota Makassar.

Bagikan
Sumber: patrolmedia.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks