BONE — Prof Dr KH Lukman Arake Lc MA resmi menjabat sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone periode 2025-2029. Pria kelahiran 10 Agustus 1972 ini bukan nama baru di dunia pendidikan dan keagamaan Sulawesi Selatan, melainkan seorang kiai yang telah lama memimpin Pondok Pesantren Al Ikhlas Ujung di Kabupaten Bone.
Kiprah di Ponpes Al Ikhlas Ujung
Sebelum memimpin kampus negeri, Lukman Arake adalah pimpinan Pondok Pesantren Al Ikhlas Ujung. Ponpes ini merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua dan terbesar di wilayah tersebut. Di bawah kepemimpinannya, pesantren ini dikenal melahirkan banyak kader ulama dan intelektual muda.
Karier Akademik yang Moncer
Lukman Arake menempuh pendidikan tinggi di Timur Tengah. Ia meraih gelar Lc (Sarjana) dan MA (Magister) dari Universitas Islam Internasional di Sudan. Gelar doktor diraihnya dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Sebelum menjadi rektor, ia menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Bone.
Pelantikan dan Masa Jabatan
Prosesi pelantikan Lukman Arake sebagai rektor berlangsung di kampus IAIN Bone. Ia menggantikan pejabat rektor sebelumnya. Masa jabatannya ditetapkan untuk lima tahun ke depan, mulai tahun 2025 hingga 2029.
Visi: Integrasi Ilmu Agama dan Umum
Dalam sambutan perdananya, Lukman Arake menekankan pentingnya integrasi ilmu agama dan ilmu umum. Ia berkomitmen mendorong IAIN Bone menjadi pusat studi Islam yang moderat dan relevan dengan tantangan zaman. "Kita harus melahirkan sarjana yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga kompeten di bidangnya," ujarnya saat ditemui usai pelantikan.
Fakta Singkat Prof Lukman Arake
- Nama lengkap: Prof Dr KH Lukman Arake Lc MA
- Tempat, tanggal lahir: Bone, 10 Agustus 1972
- Pendidikan: Lc & MA dari Universitas Islam Internasional Sudan; Doktor dari UIN Alauddin Makassar
- Jabatan sebelumnya: Pimpinan Ponpes Al Ikhlas Ujung dan Wakil Rektor I IAIN Bone
- Jabatan baru: Rektor IAIN Bone periode 2025-2029
Dampak bagi Pendidikan di Bone
Pengangkatan Lukman Arake disambut positif oleh civitas akademika. Banyak pihak menilai latar belakangnya sebagai pimpinan pesantren akan memperkuat karakter keislaman di IAIN Bone. Kampus ini kini bersiap menghadapi transformasi menuju universitas negeri yang lebih kompetitif di kawasan Indonesia timur.