SULAWESI SELATAN — Di tengah maraknya peredaran obat palsu di pasar digital, Gojek menggandeng Halodoc untuk menghadirkan ekosistem health-tech yang lebih terjamin. Melalui fitur GoMed, pengguna tak hanya bisa membeli obat bebas, tetapi juga melakukan konsultasi dokter daring, mendapatkan resep digital, dan langsung menebusnya dalam satu aplikasi.
Kecepatan dan Keamanan Jadi Andalan
Sistem GoMed menggunakan GPS untuk mendeteksi apotek mitra terdekat—seperti Kimia Farma, Century, Guardian, atau apotek lokal berizin. Tujuannya jelas: memangkas waktu pengiriman hingga di bawah 60 menit dalam radius 5-10 kilometer.
Riset internal menunjukkan, rata-rata obat sampai dalam 30-45 menit. Angka ini menjadi nilai jual utama bagi pengguna yang butuh obat mendesak, terutama di malam hari atau saat kondisi darurat.
Tak Sekadar Beli Obat, Ada Lapisan Verifikasi
GoMed membagi kategori obat berdasarkan tingkat pengawasan. Obat bebas bertanda lingkaran hijau bisa dibeli langsung tanpa resep. Sementara obat keras dengan lingkaran merah wajib disertai unggahan resep dokter yang valid atau hasil konsultasi di platform Halodoc.
Aturan ini mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan yang mewajibkan resep untuk obat tertentu demi mencegah penyalahgunaan dan resistensi antibiotik. Semua apotek mitra juga wajib memiliki Surat Izin Apotek (SIA) dan Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA).
Privasi dan Riwayat Transaksi Jadi Bonus
Kemasan obat dikirim dalam keadaan tersegel rapat dan tertutup, menjaga kerahasiaan kondisi medis pengguna. Selain itu, setiap transaksi tercatat otomatis di aplikasi, memudahkan pengguna memantau riwayat pembelian untuk keperluan konsultasi dokter di masa depan.
Dengan rantai pasok yang terpantau digital—langsung dari apotek fisik legal ke tangan konsumen tanpa perantara pihak ketiga—risiko obat palsu bisa ditekan. BPOM mencatat, peredaran obat palsu di pasar gelap digital masih menjadi ancaman serius yang membutuhkan solusi seperti ini.
Ke depan, integrasi antara platform logistik dan layanan kesehatan diperkirakan akan terus tumbuh seiring perubahan perilaku konsumen pasca-pandemi. Gojek dan Halodoc berada di posisi strategis untuk mengisi celah itu, selama kepercayaan publik terhadap keamanan farmasi digital bisa dijaga.