GOWA — Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Sitti Husniah Talenrang menyambut baik skema KPBU yang dinilai mampu menjadi solusi pembiayaan pembangunan infrastruktur daerah. Ia mengatakan, keterbatasan fiskal APBD kerap menjadi kendala utama dalam merealisasikan program-program strategis, terutama di sektor infrastruktur.
Anggaran Terbatas, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas
Menurut Sitti, kebutuhan paling mendesak yang tengah dihadapi Pemkab Gowa saat ini adalah pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan. “Untuk Gowa, yang paling dibutuhkan saat ini adalah pembangunan infrastruktur jalan. Itu yang menjadi prioritas,” tegasnya di Gowa, Jumat.
Ia menilai, dengan hadirnya skema KPBU, proyek-proyek seperti jalan, jembatan, dan drainase yang selama ini tertunda bisa tetap berjalan tanpa harus membebani APBD secara penuh. “Banyak kepala daerah yang tertarik, karena adanya keterbatasan anggaran dari APBD,” ujarnya.
Kemenkeu Sebut Sulsel Punya Modal Besar untuk Tarik Investor
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan, Martha Octavia, mengatakan bahwa posisi strategis Sulawesi Selatan sebagai pusat perdagangan, jasa, dan logistik di kawasan timur Indonesia menjadi modal penting untuk menarik investasi. Menurutnya, infrastruktur adalah penggerak utama perekonomian daerah.
“Pembangunan jalan, jembatan, penyediaan air bersih hingga fasilitas kesehatan dan pendidikan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menjadi fondasi utama yang menentukan seberapa cepat suatu daerah mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonominya,” ungkap Martha.
KPBU Bukan Lagi Alternatif, Tapi Strategi Utama
Martha mengakui, keterbatasan fiskal baik dari APBN maupun APBD menjadi tantangan nyata dalam pembiayaan infrastruktur. Ia menegaskan, skema KPBU kini tidak lagi sekadar alternatif, melainkan strategi utama untuk menjembatani kebutuhan pembangunan dengan melibatkan partisipasi sektor swasta.
“KPBU bukan lagi hanya alternatif, tetapi menjadi solusi untuk menjembatani keterbatasan fiskal dengan mengundang partisipasi, inovasi dan efisiensi dari sektor swasta,” katanya.
Pemkab Gowa saat ini masih mengkaji sejumlah proyek yang potensial digarap melalui skema KPBU. Sitti Husniah menambahkan, pihaknya akan memprioritaskan proyek yang berdampak langsung pada peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.