SULAWESI SELATAN — Telkomsel Enterprise memperkenalkan pendekatan retail media berbasis data melalui DigiAds. Solusi ini menyatukan aktivitas pemasaran digital dengan aksi konsumen yang dapat diverifikasi secara offline, menjawab tantangan brand yang kesulitan mengukur efektivitas kampanye di pasar tradisional.
Tiga komponen utama menjadi tulang punggung DigiAds: Rich Communication Services (RCS) sebagai kanal komunikasi, jaringan DigiPOS sebagai titik aktivasi, dan sistem atribusi tertutup (closed-loop measurement) sebagai alat ukur. Kombinasi ini memungkinkan bisnis melacak perjalanan konsumen dari interaksi digital hingga tindakan nyata di lapangan.
Bagaimana DigiAds Menjangkau Konsumen
Konsumen menerima komunikasi yang disesuaikan berdasarkan segmentasi audiens dan lokasi. Dari situ, mereka diarahkan menuju titik aktivasi terdekat, misalnya warung yang tergabung dalam ekosistem DigiPOS.
Pendekatan ini memanfaatkan first-party audience insight, data lokasi, perilaku, dan afinitas kategori untuk mengidentifikasi kelompok konsumen paling relevan. Bisnis pun memperoleh visibilitas menyeluruh terhadap perjalanan konsumen, mulai dari interaksi digital sampai tindakan di dunia nyata.
Uji Coba Bersama Rinso di Jawa Barat
Implementasi pertama DigiAds dilakukan bersama Rinso, merek dari Unilever Indonesia. Jawa Barat dipilih karena memiliki peluang pertumbuhan signifikan, meski ketersediaan produk di pasar tradisional belum merata.
Kondisi itu mencerminkan tantangan umum brand FMCG: membangun permintaan konsumen di wilayah dengan distribusi belum optimal, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada ekspansi fisik yang memakan waktu dan investasi besar.
Telkomsel Enterprise lalu mengidentifikasi kelompok konsumen paling relevan di wilayah tersebut. Konsumen yang memenuhi kriteria menerima undangan melalui RCS untuk menukarkan sampel produk di warung DigiPOS.
Hasilnya, lebih dari 20.000 konsumen mencoba produk Rinso melalui warung yang tergabung dalam ekosistem DigiPOS. Kampanye ini turut mendorong pertumbuhan penjualan General Trade sebesar 27% di Jawa Barat.
Angka lain yang dicatat: tingkat niat membeli (purchase intent) mencapai 100% di antara konsumen yang mencoba sampel, sementara Cost Per Acquisition (CPA) tercatat 29% lebih rendah dibandingkan benchmark kampanye FMCG sejenis.
Pandangan Telkomsel Enterprise
VP Corporate Innovation, Sustainability, Marketing, and Digital Advertising Telkomsel Mia Melinda menyatakan kolaborasi ini menunjukkan data dan kapabilitas digital dapat menjawab tantangan bisnis nyata.
"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa data dan kapabilitas digital dapat digunakan untuk membantu pelanggan menjawab tantangan bisnis yang nyata. Fokus kami bukan hanya menjangkau audiens, tetapi berkolaborasi menciptakan dampak bisnis terukur," jelas Mia dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).
"Kali ini, kami membantu Rinso menembus pasar tradisional di Jawa Barat dengan mengubah warung menjadi etalase digital. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati yang kami wujudkan melalui komitmen #PastiAdaSolusi, kami menghadirkan pendekatan yang menghasilkan outcome bisnis yang nyata," sambungnya.
Dampak bagi Pelaku Usaha Digital
Keberhasilan implementasi ini menunjukkan solusi pemasaran berbasis data tidak lagi berhenti pada impresi atau engagement. Bisnis kini dapat memahami dampak pemasaran hingga titik konversi, sesuatu yang selama ini sulit diukur di kanal offline seperti warung.
Bagi Telkomsel Enterprise, langkah ini memperkuat posisinya sebagai business solution provider yang menghubungkan data, teknologi, dan aktivitas pemasaran menjadi outcome bisnis terukur. Pelaku usaha yang ingin memahami lebih lanjut solusi DigiAds dapat mengunjungi situs Telkomsel Enterprise.