Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan bersama Pemprov Sulsel mematangkan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII 2026 yang akan digelar di Kabupaten Bone dan Wajo. Rapat koordinasi di Makassar membahas venue cabang olahraga, akomodasi atlet, konsep upacara pembukaan dan penutupan, dukungan pendanaan, hingga peluncuran dua maskot tuan rumah. Porprov XVIII diarahkan menjadi pijakan pembinaan atlet menuju Pra-PON dan PON 2028.
MAKASSAR — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan mematangkan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Bone dan Wajo. Rapat koordinasi bersama Pemprov Sulsel di Makassar membahas sejumlah agenda krusial, mulai dari venue cabang olahraga, akomodasi atlet, konsep upacara pembukaan dan penutupan, dukungan pendanaan tiap cabor, hingga peluncuran maskot.
Ketua KONI Sulsel Darmawangsyah Muin menyatakan kolaborasi antara KONI dan Pemprov Sulsel, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), menjadi kunci agar seluruh tahapan Porprov XVIII berjalan terkoordinasi.
"Kami mendorong kolaborasi yang lebih erat antara KONI Sulsel dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Dispora, untuk memastikan seluruh tahapan Porprov XVIII berjalan secara terkoordinasi," ujarnya.
Dama dan Si Gabus, Dua Maskot Tuan Rumah Porprov XVIII
Dua maskot disiapkan untuk merepresentasikan identitas tuan rumah. Kabupaten Bone memperkenalkan Dama, sementara Kabupaten Wajo menghadirkan Si Gabus. Keduanya dirancang mengangkat budaya dan potensi lokal masing-masing daerah.
Dama divisualisasikan sebagai sosok berwarna merah dengan tampilan kuat dan ekspresif. Karakter ini mengenakan songkok recca khas Bone berwarna hitam yang menjadi simbol penghormatan terhadap adat, kebijaksanaan, serta keteguhan memegang nilai budaya.
Ekspresi wajah Dama yang ceria dengan senyum lebar menggambarkan keterbukaan dan keramahan. Unsur tanduk atau rambut menyerupai duri pada bagian kepala memperkuat karakter keberanian dan kekuatan.
Filosofi Dama merangkum nilai utama masyarakat Bugis: siri' na pacce (harga diri dan solidaritas), lempu (kejujuran), warani (keberanian), getteng (keteguhan pendirian), serta amaccang (kecerdasan).
Si Gabus Bawa Obor, Terinspirasi Ikan Danau Tempe
Maskot Kabupaten Wajo mengambil bentuk ikan gabus yang digambarkan menyerupai atlet dengan postur tegap dan ekspresi penuh semangat. Si Gabus membawa obor Porprov XVIII Wajo 2026 sebagai simbol sportivitas, perjuangan, dan tekad meraih prestasi.
Karakter ikan gabus dipilih karena terinspirasi dari ikan yang hidup di Danau Tempe. Dalam filosofi maskot, ikan tersebut menggambarkan kekuatan, ketahanan, kegesitan, serta kemampuan beradaptasi yang diharapkan menjadi karakter para atlet Wajo.
Identitas budaya Wajo ditampilkan melalui motif Sutra Sengkang pada busana Si Gabus. Motif itu menjadi simbol identitas, budaya, dan kebanggaan daerah.
Target Sulsel Tembus 10 Besar PON 2028
Darmawangsyah menegaskan Porprov tidak hanya menjadi agenda kompetisi tingkat provinsi. Ajang ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet Sulsel secara berjenjang untuk menemukan talenta potensial yang dapat dipersiapkan menuju kompetisi nasional.
Hasil Porprov XVIII diharapkan menjadi salah satu pijakan dalam menyiapkan atlet menuju Pra-PON hingga PON 2028, dengan target Sulawesi Selatan menembus posisi 10 besar nasional.
"Porprov bukan sekadar ajang rutin, tetapi menjadi instrumen penting untuk menjaring talenta juara yang akan kita bina secara berjenjang menuju Pra-PON hingga PON 2028," katanya.