MAKASSAR — Kepala Bidang Jalan DBMBK Pemprov Sulsel Muhammad Rosyadi menyatakan penanganan Jalan Aroepala segmen I memang dirancang memakai dua lapis aspal. Lapis pertama sudah lebih dulu digelar untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di jalur penghubung Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.
Pengaspalan lapis kedua menyusul setelah pekerjaan drainase di ruas yang sama tuntas. Rosyadi menyebut tahapan itu juga akan disertai pengerjaan marka jalan.
"Untuk ruas Aroepala segmen I, perencanaannya memang dua lapis. Lapis pertama telah dilaksanakan untuk memperlancar arus lalu lintas. Insya Allah, setelah pekerjaan drainase di ruas Aroepala selesai, akan dilanjutkan dengan lapis kedua beserta pengerjaan marka jalan," kata Rosyadi.
Mengapa Pengerjaan Jalan Aroepala Dilakukan Bertahap?
Rosyadi menjelaskan penanganan badan jalan harus terintegrasi dengan pembangunan drainase. Karena itu, pekerjaan tidak bisa diselesaikan sekaligus dalam satu tahap.
"Dengan demikian, seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan secara terintegrasi," ujarnya.
DBMBK meminta pengguna jalan berhati-hati selama proses pengerjaan berlangsung. Masyarakat juga diminta bersabar menunggu seluruh tahapan rampung.
"Kami memohon kesabaran dan doa masyarakat agar seluruh pekerjaan berjalan lancar. Penanganan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan," tutur Rosyadi.
Segmen I Pakai Aspal, Segmen II Pakai Beton
Penanganan Jalan Aroepala terbagi dua segmen dengan total panjang 1,8 kilometer. Segmen I sepanjang 800 meter memakai konstruksi aspal, sementara segmen II sepanjang 1 kilometer memakai konstruksi beton.
Pemilihan metode itu didasarkan pada kajian teknis dan karakteristik lokasi. DBMBK juga mempertimbangkan ketahanan infrastruktur serta efisiensi penggunaan anggaran.
Masuk Paket 1 MYP Sulsel Senilai Rp487 Miliar
Jalan Aroepala termasuk dalam Paket 1 program Multi Years Project Pemprov Sulsel senilai Rp487 miliar. Paket tersebut mencakup 13 ruas jalan yang tersebar di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Sinjai, dan Bulukumba.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman membuka kembali seluruh ruas Jalan Aroepala yang sempat dikerjakan dengan konstruksi beton. Jalan dibuka setelah beton dinyatakan memenuhi umur untuk dilalui kendaraan.
"Jalannya sudah bagus. Kami harap masyarakat pengguna jalan juga semakin luas dan insyaallah kita akan mulai pembangunan lainnya secara perlahan," jelas Andi Sudirman.
Median hingga Trotoar Menyusul
Setelah jalan dibuka, penataan kawasan di sekitar Aroepala masih berlanjut secara bertahap. Lingkup pekerjaan mencakup median jalan, pedestrian, trotoar, hingga pembangunan saluran drainase memakai beton pracetak atau U-Ditch.
Seluruh rangkaian penataan itu menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulsel memperbaiki kualitas infrastruktur jalan di kawasan penghubung Makassar dan Gowa.