Pencarian

KPU Sulsel Catat 7.044.182 Pemilih di Triwulan III 2026, Bertambah 30.471 Orang

Jumat, 02 Oktober 2026 • 11:30:02 WIB
KPU Sulsel Catat 7.044.182 Pemilih di Triwulan III 2026, Bertambah 30.471 Orang
Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Sulsel Romy Harminto menyampaikan hasil pemutakhiran data pemilih triwulan III 2026 dalam rapat pleno terbuka di Aula Kantor KPU Sulsel, Makassar, Kamis.

Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan merilis hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan triwulan III 2026 dengan total 7.044.182 pemilih yang tersebar di 24 kabupaten/kota. Jumlah itu bertambah 30.471 orang atau naik 0,43 persen dibandingkan triwulan II 2026 yang tercatat 7.013.711 pemilih. Penambahan terbanyak berasal dari pemilih pemula di sejumlah daerah.

MAKASSAR — Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Sulsel Romy Harminto menyampaikan hasil pemutakhiran tersebut dalam rapat pleno terbuka di Aula Kantor KPU Sulsel, Makassar, Kamis. Dari total pemilih, sebanyak 3.430.322 adalah laki-laki dan 3.613.860 perempuan.

Angka itu naik dari posisi triwulan II 2026 yang tercatat 3.414.188 pemilih laki-laki dan 3.599.523 pemilih perempuan. Penambahan terdiri dari 16.134 pemilih laki-laki dan 14.337 pemilih perempuan.

Makassar Masih Dominan, Kepulauan Selayar Paling Sedikit

Kota Makassar mencatat jumlah pemilih terbanyak dengan 1.087.730 orang. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Bone dengan 626.014 pemilih dan Kabupaten Gowa dengan 607.766 pemilih.

Di sisi lain, Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi daerah dengan pemilih paling sedikit, yakni 107.095 orang. Kota Parepare tercatat 115.870 pemilih dan Kota Palopo 132.425 pemilih.

Gowa Alami Penambahan Pemilih Terbesar

Kabupaten Gowa mencatat peningkatan pemilih paling besar dengan tambahan 4.576 orang. Kota Makassar menyusul dengan 4.017 pemilih baru, lalu Kabupaten Maros 3.293 pemilih, Kabupaten Bone 2.875 pemilih, dan Kabupaten Luwu Timur 2.509 pemilih.

Romy menyebut rata-rata penambahan data berasal dari pemilih pemula. "Jumlah pemilih di Sulsel setelah dimutakhirkan bertambah 30.471 orang, dari total sebanyak 7.044.182 pemilih terdiri 3.430.322 pemilih laki-laki dan 3.613.860 pemilih perempuan," katanya.

Pencermatan Data hingga Pemilih Tidak Memenuhi Syarat

Pelaksanaan PDPB mencakup pencermatan terhadap pemilih baru, perubahan elemen data, perpindahan domisili, serta pemilih yang sudah Tidak Memenuhi Syarat. KPU Sulsel juga memperbarui data sesuai kondisi faktual dan administrasi kependudukan.

Romy meminta setiap saran perbaikan dari Bawaslu maupun pemangku kepentingan dicermati dan ditindaklanjuti. "Setiap saran perbaikan dan masukan yang disampaikan oleh Bawaslu maupun stakeholder terkait perlu dicermati dan ditindaklanjuti. Sepanjang didukung data dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan, hal tersebut harus menjadi bahan bagi KPU kabupaten kota dalam melaksanakan pemutakhiran data berikutnya," ujarnya.

Hasil PDPB Jadi Basis Pemutakhiran Triwulan IV

Menurut Romy, PDPB merupakan upaya KPU menjaga data pemilih agar tetap komprehensif, akurat, dan mutakhir. Pemutakhiran dilakukan dengan mencermati berbagai sumber data serta membangun koordinasi dengan instansi terkait.

KPU Sulsel terus melakukan koordinasi, monitoring, dan supervisi terhadap KPU kabupaten/kota dalam menindaklanjuti dinamika data pemilih. Hasil PDPB triwulan III selanjutnya menjadi salah satu basis pelaksanaan PDPB triwulan IV tahun 2026.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks