Petugas gabungan dari Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN-Babul) bersama pemadam kebakaran Kabupaten Pangkep dan PT Semen Tonasa masih berjibaku memadamkan kebakaran lahan seluas 21,51 hektare di Pangkep, Sulawesi Selatan. Titik api terdekat dilaporkan berjarak sekitar 150 meter dari kawasan permukiman warga. Hingga kini petugas bertahan di lokasi untuk pendinginan dan penyekatan guna mencegah api meluas kembali.
PANGKEP — Kepala Balai TN-Babul, Rajab, menyatakan upaya pemadaman langsung dilakukan pada titik-titik api yang berada di kaki kawasan terbakar. Petugas berkolaborasi dengan pemadam kebakaran Kabupaten Pangkep dan pemadam kebakaran PT Semen Tonasa yang menyuplai air ke lokasi.
"Langkah yang kami lakukan semalam menggunakan metode pemadaman langsung pada titik api. Kami berkolaborasi dengan pemadam kebakaran Kabupaten Pangkep dan pemadam kebakaran PT Semen Tonasa dengan menyuplai air sehingga kami mampu menekan sebaran api," kata Rajab saat dikonfirmasi dari Makassar.
Jarak Titik Api ke Permukiman Warga Sekitar 150 Meter
Pemantauan petugas lapangan menunjukkan jarak titik api terdekat dengan kawasan masyarakat sekitar 150 meter. Kondisi itu membuat petugas gabungan tetap bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali meluas.
Selain pemadaman, petugas melakukan pendinginan pada sejumlah titik agar bara api tidak kembali menyala. Penyekatan juga diterapkan pada area yang berpotensi menjadi jalur rambatan api menuju permukiman.
Mengapa Api Belum Bisa Dinyatakan Padam Total
Rajab menyebut pemadaman telah dilakukan untuk mencegah sebaran api meluas dan mendekati kawasan permukiman warga di sekitar lokasi kebakaran. Meski sebaran api berhasil ditekan, petugas belum bisa meninggalkan lokasi.
Pemantauan pergerakan api terus dilakukan. Petugas berharap kebakaran dapat sepenuhnya dikendalikan sehingga tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar kawasan terdampak.
Petugas Bertahan di Lokasi hingga Kondisi Dinyatakan Aman
Hingga saat ini, petugas masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan, pemadaman, dan pendinginan. Operasi baru akan dihentikan setelah kondisi dinyatakan aman.