Menteri Sosial Saifullah Yusuf meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di GOR Sudiang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Program ini menjadikan ketua RT dan RW se-Makassar sebagai Agen Perlinsos yang membantu pendataan dan akses layanan sosial bagi warga kurang mampu. Peluncuran tersebut menjadi bagian dari uji coba di 42 kabupaten/kota sebelum diterapkan secara nasional.
MAKASSAR — Menteri Sosial Saifullah Yusuf memimpin langsung deklarasi komitmen ketua RT dan RW se-Kota Makassar yang didapuk sebagai Agen Perlinsos. Pendampingan dilakukan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam acara di GOR Sudiang tersebut.
Gerakan Peduli Tetangga dirancang memperluas jangkauan pendataan dan akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu. Peran pengurus RT/RW ditempatkan sebagai ujung tombak di tingkat kampung.
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu menyebut program nasional ini digulirkan untuk menindaklanjuti arahan strategis Presiden RI terkait pembenahan dan konsolidasi data penerima manfaat bantuan sosial.
"Program nasional ini digulirkan untuk menindaklanjuti arahan strategis Presiden RI terkait pembenahan dan konsolidasi data penerima manfaat bantuan sosial," ujar Mensos Saifullah.
Digitalisasi Bansos Terhubung Dukcapil hingga Data BPN
Melalui Gerakan Peduli Tetangga, pemerintah menghadirkan digitalisasi bansos yang mengintegrasikan berbagai basis data nasional. Data yang disatukan mencakup Dukcapil, P3KE, DTKS, data Kemenkes, hingga data kepemilikan aset dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Sistem digitalisasi perlinsos berbasis agen ini memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran ulang maupun mengusulkan diri sendiri dan orang lain secara mandiri. Mekanisme itu dijalankan lewat agen yang berasal dari tetangga terdekat.
"Sehingga dengan begitu, setiap masyarakat bisa melakukan registrasi ulang penerima bansos. Atau yang kedua, mengusulkan diri sendiri atau orang lain untuk bisa mendapatkan perlindungan sosial atau program-program bansos," katanya.
Target 50 Persen Warga Terdaftar hingga Desember 2026
Kemensos membidik setidaknya 50 persen masyarakat Indonesia sudah terdaftar dalam sistem baru tersebut hingga Desember 2026. Jika target itu tercapai, penyaluran bansos berbasis data terintegrasi bisa mulai berlaku pada 2027.
"Kalau semuanya lancar, pada tahun 2027 ini akan dimulai penyaluran bansos berdasarkan data yang terhubung data digitalisasi bansos ini," ucapnya.
Peluncuran dilakukan secara bertahap. Uji coba lebih dulu digelar di Kabupaten Banyuwangi, lalu dikembangkan ke 42 kabupaten/kota, termasuk Makassar, sebelum diberlakukan di seluruh Indonesia.
Makassar Jadi Pendorong Capaian Pendaftaran Sulsel
Mensos mengapresiasi kontribusi Kota Makassar sebagai pendorong utama dari enam persen capaian pendaftaran di wilayah Sulawesi Selatan saat ini. Angka itu menjadi modal awal perluasan program di tingkat provinsi.
Wali Kota Makassar Munafri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kemensos menjadikan Kota Makassar salah satu lokasi proyek percontohan program tersebut.
"Makassar dipilih menjadi salah satu pilot project (proyek percontohan) bersamaan dengan beberapa kota yang lainnya untuk menjalankan program Perlinsos ini," katanya.
Ia menegaskan kegiatan ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulsel, dan Pemerintah Kota Makassar demi membenahi penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran.
"Kita berharap dengan kolaborasi ini bisa memastikan bahwa perlindungan sosial atau bantuan-bantuan yang datang dari pemerintah itu benar-benar bisa sampai tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkannya," ujarnya.
Peran Agen Perlinsos di Tingkat RT/RW
Setiap ketua RT dan RW yang terlibat bertugas membantu warga mendaftar ulang sebagai penerima bansos. Mereka juga menyalurkan usulan warga yang belum masuk data, baik atas nama sendiri maupun orang lain.
Pendekatan dari tetangga terdekat dipilih agar warga yang selama ini luput dari pendataan bisa terjangkau. Basis data yang terhubung diharapkan memangkas tumpang tindih penerima manfaat antarprogram.