SOPPENG — Hujan turun merata di Kecamatan Donri-donri pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 16.10-17.00 Wita. Delapan desa terdampak guyuran hujan dengan intensitas berbeda, dari deras hingga ringan.
Desa Pising, Donri-donri, Labokong, dan Sering dilaporkan mengalami hujan deras. Sementara Lalabata Riaja, Tottong, Leworeng, dan Kessing hanya diguyur hujan ringan.
Retakan Tanah Muncul di Pinggir Jalan
Warga Desa Donri-donri, Rifai, mengatakan kekeringan di wilayahnya sudah masuk kategori parah. Retakan tanah mulai terlihat di beberapa titik, termasuk di pinggir jalan.
"Parah kekeringan di Donri-donri, karena mulai mi muncul retakan di tanah, bahkan adami retakan muncul di pinggir jalan. Karena seingatku terakhir bulan April ada hujan," ujar Rifai kepada detikSulsel, Kamis (8/10/2026).
Menurut Rifai, hujan terakhir kali turun sekitar April. Artinya, warga sudah sekitar lima bulan menunggu turunnya hujan di tengah musim kemarau.
Air Bersih Sulit Didapat, Sawah Tak Bisa Digarap
Dampak kekeringan tidak hanya terasa pada lingkungan. Suplai air bersih untuk kebutuhan sehari-hari disebut sangat susah didapatkan warga.
Sektor pertanian juga terkena imbasnya. Sawah-sawah tidak bisa digarap selama kemarau panjang berlangsung.
"Begitu hujan turun, rasanya seperti mendapat rezeki dari Allah. Mudah-mudahan ini menjadi berkah dan sawah-sawah kembali bisa digarap," sambung Rifai.
Warga Berharap Hujan Terus Berlanjut
Rifai menyampaikan rasa syukurnya atas hujan yang akhirnya turun di Donri-donri. Ia berharap kondisi lingkungan berangsur membaik setelah ini.
"Kami sangat bersyukur. Semoga hujan ini terus berlanjut dan membawa berkah bagi masyarakat, terutama para petani," jelasnya.
Harapan serupa disampaikan warga lainnya. Hujan dianggap sebagai awal kembalinya ketersediaan air di desa-desa yang terdampak kekeringan.