SULAWESI SELATAN — Sungai Maron di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menawarkan pengalaman menyusuri aliran tropis sepanjang 4,5 kilometer yang diapit hutan rindang dan tebing karst. Tiket masuk kawasan ini Rp 5.000 per orang, sementara sewa perahu motor berkapasitas 4-6 penumpang Rp 100.000 per armada. Julukan "Amazon Jawa Timur" melekat karena lanskapnya yang rapat dan bermuara langsung di Pantai Ngiroboyo.
Perjalanan menyusuri Sungai Maron menempuh durasi sekitar 45 menit. Sepanjang rute, pengunjung melewati lorong pepohonan yang saling menutup di atas aliran air, dinding tebing kapur, serta sejumlah titik swafoto seperti Ayunan Cinta dan area sumber mata air Kali Sirah.
Warga Dusun Maron mengelola perahu motor yang dipakai wisatawan. Peralihan dari sektor pertanian ke jasa pariwisata dan UMKM disebut memberi dorongan positif bagi kesejahteraan keluarga pelaku usaha di sekitar destinasi.
Warna Air Berubah Menurut Musim
Pada musim kemarau, air Sungai Maron tampil hijau kebiruan dan jernih. Warna itu muncul dari refleksi vegetasi sekeliling serta pasokan mata air alami di kawasan karst.
Kondisi berbalik saat musim hujan. Aliran sungai bisa berubah cokelat keruh karena membawa endapan dari hulu, sehingga panorama tosca yang jadi daya tarik utama tidak selalu bisa dinikmati sepanjang tahun.
Fasilitas Penunjang di Kawasan
Pengelola menyediakan jaket pelampung untuk keselamatan penumpang perahu. Fasilitas lain meliputi area parkir, warung makan, mushola, toilet, dan sejumlah penginapan di wilayah sekitar.
Ekosistem Karst dan Biota Perairan
Aliran Sungai Maron melintasi kawasan batuan gamping yang kaya mineral kalsium dan magnesium. Pengujian laboratorium menunjukkan tingkat kesadahan air sangat tinggi, dengan rentang kesadahan total 516 hingga 3.264 mg CaCO? per liter.
Kadar kesadahan tinggi itu berhubungan positif dengan sintas dan pertumbuhan organisme bentik di dasar sungai, terutama kelas Gastropoda. Penelitian mengidentifikasi setidaknya 7 spesies makrozoobentos di kawasan ini, antara lain Clea helena (keong assassin), Corbicula javanica (kerang), Filopaludina javanica (tutut Jawa), dan Karstarma malang (kepiting gua).
Cara Menuju Sungai Maron
Lokasi ini berjarak sekitar 24 hingga 37 kilometer dari pusat Kota Pacitan. Waktu tempuh berkisar 40 hingga 75 menit menggunakan kendaraan pribadi.
Kontribusi ke Kas Daerah Masih Jadi PR
Meski ramai dikunjungi, sektor pariwisata Kabupaten Pacitan belum sepenuhnya berkontribusi langsung ke Pendapatan Asli Daerah. Data analisis keuangan daerah mencatat realisasi PAD Pacitan Rp 213,30 miliar pada 2023, terendah di antara kabupaten di Jawa Timur.
Penyebab utamanya dominasi wisatawan harian yang belum banyak menginap atau memakai fasilitas berbayar daerah. Sektor restoran dan kuliner justru terbukti memberi pengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak daerah.
Tips Berkunjung
- Pilih musim kemarau dengan cuaca cerah agar bisa menikmati air berwarna hijau tosca secara maksimal.
- Siapkan pakaian ganti karena aktivitas utama berupa menyusuri sungai dengan perahu terbuka.
- Konfirmasi kondisi debit dan warna air ke pengelola atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat, terutama jika berkunjung di musim hujan.
- Gunakan jaket pelampung yang sudah disediakan pengelola selama perjalanan perahu.
Durasi ideal untuk menjelajahi Sungai Maron sekitar dua hingga tiga jam, sudah termasuk perjalanan perahu 45 menit dan waktu berfoto di titik-titik favorit. Alokasikan waktu tambahan jika ingin melanjutkan perjalanan ke Pantai Ngiroboyo di muara sungai.