Pencarian

Kebakaran Hutan 26 Hektare di Karst Maros-Pangkep Ancam 400 Situs Lukisan Cadas Prasejarah

Rabu, 14 Oktober 2026 • 10:48:01 WIB
Kebakaran Hutan 26 Hektare di Karst Maros-Pangkep Ancam 400 Situs Lukisan Cadas Prasejarah
Kebakaran vegetasi di kawasan karst Maros-Pangkep masih berlangsung hingga saat ini.

PANGKEP — Api yang membakar vegetasi di kawasan karst Maros-Pangkep tidak hanya menghanguskan habitat satwa. Panas ekstrem dan asap yang menyelimuti kawasan tersebut berpotensi merusak dinding gua tempat lukisan cadas prasejarah berada. Kerusakan bisa terjadi meski api tidak menyentuh langsung permukaan batu.

Arkeolog Griffith University, Australia, Basran Burhan, menyebut kawasan karst Maros-Pangkep menyimpan 734 situs prasejarah. Lebih dari 400 situs di antaranya memiliki lukisan cadas. Sejumlah gambar hewan dan cap tangan di kawasan itu diperkirakan berusia lebih dari 45.000 tahun.

Bagaimana Panas dan Asap Merusak Lukisan Cadas?

Basran menjelaskan, panas ekstrem mengubah suhu batuan secara drastis dan mempercepat proses pelapukan. Perubahan suhu itu memicu retakan hingga pengelupasan permukaan batu tempat lukisan berada.

Jika api menyentuh dinding gua secara langsung, kerusakannya lebih parah. Lapisan permukaan batu dapat mengelupas, bahkan batuan berpotensi pecah.

"Kebakaran yang terjadi di kawasan situs arkeologi, terutama yang mengandung gambar cadas, pasti akan sangat merusak gambar itu," kata Basran, Rabu 14 Oktober 2026.

Jelaga Asap Menutupi Pigmen Gambar Gua

Ancaman lain datang dari asap. Partikel karbon yang menempel di permukaan dinding gua membentuk lapisan jelaga yang menutupi gambar dan mengaburkan warna asli pigmen.

"Asap dari api itu akan membentuk jelaga di permukaan gambar gua dan akan menutupi lukisan gua," ujarnya.

Dampak itu membuat kebakaran di kawasan karst berbeda dari kebakaran hutan biasa. Kerugiannya mencakup warisan budaya yang tidak bisa dipulihkan.

Medan Terjal dan Cuaca Kering Hambat Pemadaman

Petugas gabungan menghadapi kendala medan karst yang terjal serta cuaca kering dalam upaya pemadaman. Api telah menjalar hingga zona rimba dan zona inti taman nasional.

Jarak api yang hanya beberapa meter dari mulut gua memperbesar kekhawatiran terhadap kerusakan warisan budaya tersebut. Hingga kini, upaya pemadaman masih berlangsung di lokasi.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulsel.suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks