MAKASSAR — Kunjungan Wakapolda Sulsel ke MAN 3 Makassar dirangkai dengan tugas sebagai pembina upacara. Di hadapan peserta upacara, Gidion menyoroti pentingnya masa madrasah aliyah sebagai fase pembentukan jati diri dan penentuan masa depan.
Ia menilai energi, semangat, dan rasa ingin tahu pelajar harus disalurkan ke kegiatan yang membangun. Kenakalan remaja, terlebih perkelahian antarpelajar, disebutnya sebagai jalan yang merugikan generasi muda sendiri.
Dalam arahannya, Gidion menyampaikan tiga pesan utama. Pertama, pelajar diminta berani mengatakan tidak terhadap ajakan negatif seperti membolos, merokok, tawuran, maupun tindakan lain yang melanggar hukum.
Kedua, bijak menggunakan media sosial. Pelajar diingatkan tidak menyebarkan hinaan, tantangan, provokasi, atau pesan yang memicu permusuhan. Perselisihan yang bermula dari komentar dan unggahan, menurutnya, bisa berkembang menjadi konflik di dunia nyata bila tidak disikapi dengan bijaksana.
Ketiga, menjaga akhlak dan mengingat pengorbanan orang tua. Pelajar diminta menghormati guru, menyayangi teman, serta tidak mudah terpancing emosi.
"Jangan mengorbankan masa depan hanya karena emosi sesaat. Keberanian sejati bukanlah berani berkelahi, melainkan berani mengendalikan diri dan memilih jalan yang benar," tegas Gidion.
Gidion mengapresiasi visi MAN 3 Makassar sebagai madrasah unggulan yang berupaya menghasilkan lulusan berkarakter dan berprestasi. Ia menilai integrasi nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi menjadi bekal penting bagi siswa untuk bersaing di era global.
Lingkungan sekolah, lanjutnya, harus menjadi tempat aman, nyaman, dan kondusif untuk belajar. Seluruh warga sekolah diharapkan bersama-sama menjaga suasana harmonis dan menjauhkan diri dari tindakan yang merusak masa depan generasi muda.
Wakapolda mengimbau pelajar menyelesaikan setiap perselisihan melalui dialog dan kepala dingin. Persoalan pribadi diminta tidak berkembang menjadi permusuhan antarkelompok maupun antarsekolah.
Jika ada ajakan tawuran atau ancaman terhadap keselamatan, pelajar diminta segera melapor kepada guru, pihak sekolah, orang tua, atau kepolisian melalui Call Center Polri 110. Pelajar juga diingatkan tidak ikut menyebarluaskan ajakan tawuran maupun konten provokatif yang berpotensi memperkeruh situasi.
Imbauan tersebut sejalan dengan tagline "Polisi Bersama Masyarakat" yang menekankan kolaborasi Polri, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan damai.