SULAWESI SELATAN — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melantik Direktur PT PLN (Persero) Arsyadany Ghana Akmalaputri sebagai Direktur Jenderal Ketenagalistrikan pada Senin (2/11). Pelantikan berlangsung di Gedung Chairul Saleh, Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, dan sekaligus merombak sejumlah posisi pimpinan tinggi di kementerian tersebut.
Arsyadany bukan nama baru di sektor kelistrikan. Ia memulai karier di PLN pada 2006 sebagai Terampil Utama SCADA Teknologi Informasi di Area Pengatur Distribusi Bali, dan jabatan terakhirnya di perusahaan setrum negara itu adalah Direktur Distribusi. Di situs resmi PLN, namanya masih tercatat sebagai direktur.
Pelantikan Arsyadany mengisi kursi Dirjen Gatrik yang menjadi salah satu posisi kunci dalam pengambilan kebijakan tarif, perizinan usaha penyediaan tenaga listrik, serta pengawasan program transisi energi.
Selain Arsyadany, Bahlil melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Kementerian ESDM. Rotasi mencakup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Direktorat Jenderal EBTKE, Inspektorat Jenderal, hingga BPH Migas.
Masuknya eksekutif PLN ke kursi Dirjen Gatrik menandai makin rapatnya jalur koordinasi antara regulator dan perusahaan listrik negara. Kebijakan yang berada di bawah kewenangan Dirjen Gatrik antara lain penetapan tarif tenaga listrik, perizinan IUPTL, dan pengawasan rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL).
Bagi investor di saham sektor energi dan utilitas, posisi Dirjen Gatrik menentukan arah negosiasi harga jual listrik independen (IPP), skema subsidi, serta percepatan masuknya pembangkit energi terbarukan. Perombakan di Ditjen Migas dan EBTKE juga relevan bagi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang mengurus perizinan hulu.
Sejumlah posisi yang dirotasi sebelumnya saling bertukar tempat, seperti Harris dan Ahmad Amiruddin yang bertukar kursi antara Ditjen Gatrik dan EBTKE. Pola ini lazim dipakai kementerian untuk menjaga kesinambungan program sambil menyegarkan kepemimpinan di unit teknis.
Dua agenda menanti Dirjen Gatrik yang baru: penyelesaian