SULAWESI SELATAN — Video berdurasi singkat merekam seorang anak lemas dan muntah di area klinik Kimia Farma Sekupang, Batam. Rekaman itu diambil sang ayah pada pukul 20.45 WIB dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam video, ia menyuarakan kekecewaannya karena dokter jaga diduga menolak memberikan pelayanan medis.
“Ini anak kecil Kimia Farma Sekupang, dokternya gak bisa periksa katanya,” ujar pria tersebut.
Sang ayah juga mencurigai penolakan itu terkait status kepesertaan BPJS yang digunakan keluarganya. “Karena mungkin kami BPJS, karena mungkin kami pakai BPJS,” katanya sambil memperlihatkan kondisi anaknya yang sudah muntah dan disebut dibiarkan terlantar.
Respons Dokter dan Langkah Kimia Farma
Dalam video yang sama, dokter yang diduga terlibat merespons singkat. “Lapor aja, lapor aja,” ucap dokter tersebut sambil menunjuk ke arah wajahnya sendiri.
Menanggapi viralnya insiden ini, Corporate Communications Kimia Farma Diagnostika, Anisa Husnu, menyampaikan perusahaan telah berkomunikasi langsung dengan keluarga pasien. Ia menegaskan penyelidikan internal masih berlangsung dengan mengedepankan prinsip keselamatan pasien dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku.
“Perusahaan berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Setiap masukan dari masyarakat menjadi perhatian penting bagi Perusahaan dalam melakukan perbaikan,” demikian pernyataan resmi Kimia Farma Diagnostika dalam siaran pers tertanggal 25 Mei 2026.
Profil Klinik dan Tindak Lanjut
Kimia Farma Diagnostika merupakan bagian dari Biofarma Group yang memiliki jaringan klinik dan laboratorium medis di berbagai daerah di Indonesia. Hingga berita ini diturunkan, perusahaan belum menyampaikan hasil investigasi maupun sanksi terhadap tenaga medis yang terekam dalam video viral tersebut.
Insiden ini kembali menyoroti isu pelayanan kesehatan terhadap pasien BPJS di fasilitas kesehatan swasta. Publik menanti langkah konkret Kimia Farma Diagnostika untuk memastikan insiden serupa tak terulang di gerai klinik lainnya.