Pencarian

85 Kader ‘Aisyiyah se-Sulawesi Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan di Makassar, Fokus pada Transformasi dan Jejaring

Sabtu, 30 Mei 2026 • 16:15:34 WIB
85 Kader ‘Aisyiyah se-Sulawesi Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan di Makassar, Fokus pada Transformasi dan Jejaring
kader ‘Aisyiyah se-Sulawesi mengikuti pelatihan kepemimpinan perempuan berkemajuan di Makassar.

MAKASSAR — Sebanyak 85 kader ‘Aisyiyah dari seluruh provinsi di Sulawesi mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan Regional Sulawesi yang digelar di Gedung Serbaguna ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Makassar, pada 30 Mei hingga 1 Juni 2026. Kegiatan ini diinisiasi oleh Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi kepemimpinan perempuan di lingkungan organisasi.

Empat Pilar Al-‘Ashr Jadi Fondasi Kaderisasi

Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Dr. Mahmudah, M.Hum., dalam sambutannya menyebut kaderisasi di tubuh ‘Aisyiyah tidak bisa dilepaskan dari spirit surah Al-‘Ashr. Menurutnya, surah pendek itu merupakan peta jalan peradaban yang mengajarkan pentingnya iman, amal saleh, kebenaran, dan kesabaran.

“Kaderisasi yang kita lakukan hari ini sesungguhnya merupakan implementasi dari empat pilar, yaitu orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran,” kata Mahmudah di hadapan para peserta.

85 Peserta dari Unsur Pimpinan Wilayah hingga Angkatan Muda

Panitia Pelaksana, Rostina Mansyur, M.Pd., melaporkan bahwa peserta berasal dari pimpinan wilayah ‘Aisyiyah se-Sulawesi, pimpinan daerah se-Sulawesi Selatan, utusan majelis dan lembaga Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, serta unsur Angkatan Muda. Menurut Rostina, kegiatan ini diharapkan melahirkan kader pemimpin yang mampu menggerakkan, menginspirasi, dan memberi kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat transformasi kepemimpinan perempuan berkemajuan di lingkungan ‘Aisyiyah, agar mampu menjadi kader pemimpin yang menggerakkan, menginspirasi, serta memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujar Rostina dalam laporannya.

Transformasi Kader Jadi Keharusan agar Estafet Kepemimpinan Berjalan Sehat

Ketua Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Prof. Dr. Mami Hajaroh, menekankan pentingnya konsolidasi dan transformasi kader. Ia menyebut kader tidak selamanya berada dalam satu posisi organisasi. Karena itu, transformasi kader menjadi keharusan agar estafet kepemimpinan berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

Menurut Mami, pelatihan kepemimpinan ini merupakan bagian dari kerja perkaderan fungsional untuk menyiapkan pemimpin perempuan berkemajuan. Proses kaderisasi, kata dia, tidak cukup hanya berhenti pada penyiapan, tetapi harus berlanjut pada penguatan jejaring.

Jejaring Pemimpin Perempuan Indonesia Timur Jadi Target Utama

Mahmudah berharap pelatihan ini melahirkan jejaring pemimpin perempuan berkemajuan di Indonesia Timur. Jejaring tersebut, menurutnya, dapat memperkuat proses regenerasi sekaligus menyiapkan pemimpin ‘Aisyiyah yang berkarakter, berilmu, berintegritas, dan berkemajuan.

“Kita mungkin berbeda wilayah, berbeda kultur, dan berbeda tantangan lokal. Tetapi kita disatukan oleh cita-cita besar yang sama, yaitu menghadirkan perempuan Islam berkemajuan yang mampu mencerahkan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta,” ujar Mahmudah.

Ia juga mengajak peserta untuk menjaga konsentrasi dan atensi selama mengikuti pelatihan. Di era digital, kata Mahmudah, salah satu hal paling berharga bukan hanya kekuatan fisik atau materi, melainkan kemampuan menjaga perhatian terhadap ilmu dan proses pembelajaran.

Bagikan
Sumber: khittah.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks