MAKASSAR — DPRD Sulawesi Selatan memanggil Kepala Kesbangpol Sulsel untuk meminta klarifikasi terkait proses seleksi Paskibraka. Langkah ini diambil setelah sejumlah pihak melaporkan adanya dugaan penyimpangan prosedur dalam tahapan rekrutmen.
Ketua Komisi DPRD Sulsel yang membidangi urusan pemerintahan menyebut ada beberapa poin yang menjadi catatan. Salah satunya adalah soal transparansi nilai dan kriteria penilaian yang dinilai tidak jelas.
Dugaan Ketidakjelasan Kriteria Penilaian
Seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun ini disebut tidak memberikan akses informasi yang cukup kepada peserta. Orang tua peserta melaporkan bahwa mereka tidak bisa melihat rincian hasil penilaian anaknya.
“Ada ketidakpuasan dari peserta dan orang tua. Mereka merasa prosesnya tidak terbuka,” ujar anggota DPRD Sulsel yang membidangi Komisi A.
Pemanggilan Kesbangpol oleh DPRD
DPRD kemudian memanggil pihak Kesbangpol untuk meminta penjelasan teknis terkait seleksi. Rapat yang digelar di gedung DPRD Sulsel itu berlangsung tertutup.
Dalam pertemuan tersebut, DPRD meminta agar panitia seleksi Paskibraka ke depan bisa lebih transparan. Termasuk memberikan akses nilai kepada peserta dan publik secara umum.
Apa Langkah Selanjutnya?
DPRD Sulsel akan memantau tindak lanjut dari hasil rapat tersebut. Jika ditemukan pelanggaran prosedur yang serius, bukan tidak mungkin akan ada rekomendasi perbaikan sistem seleksi.
Kesbangpol sendiri berjanji akan mengevaluasi proses seleksi Paskibraka tahun ini. Mereka juga akan membuka ruang konsultasi bagi peserta yang ingin mempertanyakan hasil penilaiannya.