MAKASSAR — Peringatan Hari Lahir Pancasila di Sulawesi Selatan berlangsung khidmat dengan kehadiran seluruh unsur pimpinan daerah. Gubernur Sulsel bertindak sebagai inspektur upacara yang diikuti oleh aparatur sipil negara, TNI, Polri, serta pelajar dan mahasiswa.
Apa Pesan Gubernur dalam Peringatan Tahun Ini?
Gubernur Sulsel dalam sambutannya menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan pedoman hidup yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Sulsel adalah kekuatan, bukan kelemahan.
"Persatuan adalah harga mati. Kita harus merawat kebersamaan dan gotong royong sebagai warisan leluhur," ujar Gubernur di hadapan peserta upacara.
Kemenkumham Sulsel: Pancasila Landasan Hukum Nasional
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel menyampaikan bahwa institusinya berkomitmen menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam setiap pelayanan hukum kepada masyarakat. Kehadirannya dalam upacara ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan vertikal.
"Kami di Kemenkumham selalu mengedepankan keadilan dan kemanusiaan yang berlandaskan Pancasila dalam setiap proses hukum," jelas Kakanwil usai upacara.
Rangkaian Acara: Dari Pengibaran Bendera hingga Doa Lintas Agama
Upacara dimulai pukul 08.00 WITA dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulsel. Rangkaian dilanjutkan dengan pembacaan naskah Pancasila dan UUD 1945, serta doa bersama yang dipimpin oleh tokoh lintas agama.
Suasana di lapangan sempat hening saat doa dipanjatkan untuk para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan dan ideologi bangsa.
Fakta Singkat Peringatan Hari Lahir Pancasila di Sulsel
- Dipimpin langsung oleh Gubernur Sulsel sebagai inspektur upacara
- Dihadiri jajaran Forkopimda, termasuk Kakanwil Kemenkumham Sulsel
- Mengangkat tema persatuan dan gotong royong di tengah keberagaman
- Dilaksanakan di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulsel, Makassar
Apa Tindak Lanjut dari Peringatan Ini?
Pemerintah Provinsi Sulsel berencana menggelar sejumlah kegiatan sosial dan dialog kebangsaan di bulan Juni ini. Kegiatan tersebut akan melibatkan pelajar, tokoh adat, dan komunitas lintas agama untuk memperkuat internalisasi nilai Pancasila sejak usia dini.
Gubernur juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam program kerja masing-masing, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.