MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memberikan peringatan keras kepada ribuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang baru saja diterima di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Ia menegaskan bahwa bekerja di instansi pemerintah bukanlah tempat untuk bersantai atau bermalas-malasan. Teguran ini disampaikan Munafri di hadapan 2.400 CPNS dalam sebuah acara orientasi, sebagai alarm awal untuk membangun etos kerja yang tinggi sejak hari pertama.
Pesan Langsung Wali Kota: “Jangan Pikir Ini Tempat Santai”
Dalam sambutannya, Munafri secara gamblang mengingatkan para CPNS untuk tidak salah kaprah dalam memaknai status sebagai aparatur sipil negara (ASN). “Jangan pikir ini tempat santai,” ujar Munafri di hadapan peserta orientasi.
Pesan itu disampaikan untuk membentengi mental para pegawai baru agar siap menghadapi beban kerja yang nyata di lapangan. Wali kota menekankan bahwa pelayanan publik adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar-tawar.
2.400 CPNS Harus Siap Kerja di Lapangan
Sebanyak 2.400 CPNS yang baru dilantik ini akan ditempatkan di berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Makassar. Mereka tidak hanya bekerja di belakang meja, tetapi juga akan diterjunkan langsung untuk menangani persoalan warga di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Munafri mengingatkan bahwa tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks. Mulai dari pengelolaan data kependudukan, percepatan perizinan, hingga penanganan keluhan masyarakat harus direspon dengan cepat dan tepat.
Fakta Singkat: Orientasi CPNS Pemkot Makassar
- Jumlah peserta: 2.400 CPNS
- Lokasi kegiatan: Makassar
- Penekanan utama: Etos kerja dan pelayanan publik
- Penempatan: Seluruh SKPD di lingkungan Pemkot Makassar
Mengapa Wali Kota Mengeluarkan Peringatan Ini?
Peringatan ini muncul di tengah upaya Pemkot Makassar memperbaiki citra birokrasi yang kerap dinilai lamban. Munafri ingin memastikan bahwa generasi baru ASN di kotanya memiliki mentalitas yang berbeda dari stigma lama.
Ia juga menyoroti pentingnya disiplin waktu dan tanggung jawab. Menurutnya, seorang ASN harus menjadi motor penggerak pembangunan, bukan sekadar pelengkap struktur organisasi.
Para CPNS diharapkan langsung menyerap budaya kerja tersebut sejak awal. Pemkot Makassar akan terus memantau kinerja mereka melalui sistem evaluasi berkala.