BULUKUMBA — Sebanyak 605 Posyandu Era Baru di Kabupaten Bulukumba kini bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih luas dan terintegrasi. Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan dasar yang komprehensif, tidak lagi terbatas pada kesehatan ibu dan anak semata.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan transformasi Posyandu Era Baru berjalan optimal sebagai pusat layanan dasar masyarakat yang lebih luas dan terintegrasi,” kata Bupati saat dikonfirmasi di Makassar, Rabu.
Peran Baru IKWAN: Mengawal Layanan dari Dalam
Pelibatan IKWAN sebagai mitra pemantau menjadi strategi baru Pemkab Bulukumba. Organisasi yang beranggotakan istri anggota DPRD ini diharapkan memperkuat pengawasan dan pendampingan terhadap pelaksanaan posyandu di lapangan.
“Melalui sinergi antara pemerintah daerah, kader posyandu, TP PKK, dan IKWAN, implementasi Posyandu Era Baru diharapkan semakin efektif,” ujar Bupati Andi Muchtar.
Fakta Singkat Posyandu Era Baru Bulukumba
- Jumlah posyandu: 605 unit yang telah diluncurkan bersama TP PKK
- Cakupan layanan: Tidak hanya kesehatan ibu dan anak, tetapi berbagai layanan dasar masyarakat
- Mitra pemantau baru: IKWAN (Ikatan Istri Anggota Dewan) sebagai pengawas dan pendamping
- Program pendukung: Percepatan penanganan stunting melalui pemutakhiran data sasaran dan pemberian makanan tambahan
Stunting Jadi Prioritas di Tengah Transformasi
Pemkab Bulukumba tidak hanya fokus pada perluasan layanan posyandu. Pemerintah daerah juga mendorong program percepatan penanganan dan pencegahan stunting melalui pemutakhiran data sasaran serta pemberian makanan tambahan bagi kelompok rentan.
Kebijakan ini menjadikan posyandu sebagai garda terdepan dalam menekan angka stunting di tingkat desa dan kelurahan. Data sasaran yang akurat menjadi kunci agar intervensi tepat sasaran.
Kader Posyandu: Kehadiran Tim Pemantau Beri Semangat Baru
Respon positif datang dari kader posyandu di lapangan. Husnaini, salah seorang kader Posyandu di Kecamatan Kindang, mengaku kehadiran tim pemantau justru menjadi motivasi tersendiri.
“Ini akan memberikan semangat dan motivasi bagi kami untuk menjalankan program di lapangan,” ujar Husnaini.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan IKWAN tidak dipandang sebagai beban administratif, melainkan bentuk dukungan moral bagi para kader yang bekerja di ujung tombak pelayanan masyarakat.