Pencarian

Volume Angkutan Peti Kemas KAI Tembus 2,4 Juta Ton hingga Mei 2026, Tumbuh 19,35 Persen

Rabu, 10 Juni 2026 • 18:53:31 WIB
Volume Angkutan Peti Kemas KAI Tembus 2,4 Juta Ton hingga Mei 2026, Tumbuh 19,35 Persen
Volume angkutan peti kemas KAI mencapai 2,4 juta ton hingga Mei 2026, meningkat 19,35 persen.

SULAWESI SELATAN — Peningkatan volume ini disampaikan Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026). Menurut Anne, lonjakan tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan distribusi barang yang mengikuti perkembangan industri, perdagangan, dan konsumsi masyarakat.

"Pertumbuhan angkutan peti kemas menunjukkan meningkatnya aktivitas distribusi barang di berbagai sektor. Kereta api hadir untuk memastikan arus logistik berlangsung secara terjadwal, efisien, dan mampu mendukung kebutuhan dunia usaha maupun masyarakat," kata Anne.

Efisiensi Logistik Nasional Jadi Target

Pertumbuhan ini relevan dengan tantangan logistik nasional. Berdasarkan kajian Kementerian PPN/Bappenas, biaya logistik Indonesia saat ini masih berada di kisaran 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah menargetkan angka itu bisa ditekan menjadi 8 persen pada 2045.

Efisiensi distribusi barang menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing ekonomi. Sementara itu, ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat tumbuh 5,12 persen. Artinya, laju pertumbuhan volume peti kemas KAI yang mencapai 19,35 persen hampir empat kali lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Peran Strategis Peti Kemas dalam Perdagangan Global

Dalam konteks global, peti kemas memegang posisi strategis. Data World Bank menunjukkan lebih dari 80 persen perdagangan dunia diangkut melalui jalur laut. Sekitar 35 persen volume perdagangan global dan lebih dari 60 persen nilainya ditransportasikan menggunakan peti kemas.

Artinya, kelancaran pergerakan peti kemas menjadi indikator penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan perdagangan internasional. KAI pun terus mengembangkan layanan ini untuk memperkuat konektivitas antara kawasan industri, pusat logistik, dan pelabuhan.

Anne menambahkan, "Logistik yang kuat akan memperkuat ekonomi. Karena itu KAI terus mengembangkan layanan peti kemas agar mampu mendukung konektivitas kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan yang menjadi simpul penting pertumbuhan ekonomi nasional."

Dengan kemampuan mengangkut barang dalam volume besar dalam satu perjalanan, kereta api dinilai mampu mendukung distribusi yang lebih efektif sekaligus memperkuat sistem transportasi nasional.

Bagikan
Sumber: akurat.co

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks