SULAWESI SELATAN — Subsidi motor listrik Rp7 juta per unit masih berjalan pada Juni 2026. ZPT Nimbus menjadi yang paling murah dengan banderol Rp2,9 jutaan setelah dipotong subsidi. Harganya setara sepeda listrik premium, cocok sebagai pintu masuk bagi masyarakat yang ingin beralih dari motor bensin untuk mobilitas jarak dekat.
Tenaga dan fiturnya memang sederhana. Namun, motor ini disebut cukup untuk aktivitas harian seperti berbelanja atau keliling kompleks. Subsidi ini sekaligus menjawab tantangan harga yang selama ini menghambat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Exotic EZ Bike dan Greentech Unity, Pilihan di Kelas Rp5 Jutaan
Selain ZPT Nimbus, Exotic EZ Bike masuk kategori paling terjangkau. Satu level di atasnya, Greentech Unity dibanderol Rp5 jutaan setelah subsidi. Motor ini menggunakan baterai SLA 60V 32Ah yang secara realistis mampu menempuh jarak sekitar 60 km—bukan 80–90 km seperti klaim pabrikan.
Desain Greentech Unity lebih modern dengan lampu kotak dan posisi duduk ergonomis. Model ini patut dilirik pengguna yang butuh motor listrik untuk komuter harian dengan tampilan tidak ketinggalan zaman.
Uwinfly T80 New 1200 Watt, Rem Cakram Depan-Belakang di Segmen Ekonomis
Di kisaran Rp6.750.000, Uwinfly T80 New 1200 Watt menawarkan fitur jarang ditemui di kelasnya. Motor ini sudah dibekali rem cakram depan dan belakang serta panel dashboard digital. Desainnya modern, cocok untuk konsumen yang menginginkan motor listrik murah dengan fitur keselamatan lebih baik.
Skema Sewa Baterai dan Tips Memilih Motor Listrik Subsidi
Beberapa merek menawarkan skema sewa baterai atau Battery as a Service (BaaS) untuk menekan biaya awal. Konsumen perlu mencermati jenis baterai: lithium-ion yang lebih ringan dan tahan lama, atau SLA yang lebih murah namun berat dan usia pakainya pendek.
Pastikan motor memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen agar mendapat potongan Rp7 juta dari pemerintah. Jaringan bengkel resmi dan layanan purna jual juga penting, meski perawatan motor listrik lebih sederhana—cukup pemeriksaan berkala setiap 3.000 km.
Biaya operasional menjadi daya tarik lain. Untuk jarak 60 km, pengisian daya penuh hanya membutuhkan sekitar 1,5 kWh. Dengan komponen vital seperti baterai dan kontroler yang sudah mengantongi sertifikasi IP67 pada unit modern, ketahanan terhadap debu dan air pun terjamin.