GOWA — Kabar duka datang dari sivitas akademika UIN Alauddin Makassar. Raihan Al Gifari, mahasiswa baru Program Studi Ilmu Falak, menghembuskan napas terakhir pada Senin (12/10/2026) setelah menjalani perawatan intensif selama enam hari di RS Unismuh. Korban sebelumnya kritis akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan HM Yasin Limpo, Samata.
Ketua Program Studi Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar, Muh. Rasywan Syarif, membenarkan kabar duka itu. Ia menyebut Raihan merupakan mahasiswa asal Kabupaten Gowa yang aktif mengikuti perkuliahan sebelum kecelakaan terjadi.
Antar Teman ke Kos Sebelum Kecelakaan
Rasywan mengungkapkan bahwa sebelum kecelakaan, Raihan sempat mengantarkan teman sekelasnya pulang ke tempat kos di sekitar Bundaran Samata seusai mengikuti perkuliahan. Aktivitas itu dilakukan korban pada Selasa (6/10/2026) sore, tak lama sebelum insiden terjadi.
"Sebelum kejadian kecelakaan, sempat mengantar teman kelasnya pulang ke kos dekat Bundaran Samata selepas kuliah," ujar Rasywan saat dihubungi Majesty.co.id, Senin (12/10/2026).
Rekaman CCTV Tunjukkan Korban Hendak Menyalip
Berdasarkan rekaman CCTV dan video amatir yang diterima Majesty.co.id, korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy berwarna krem dan terlihat hendak menyalip sebuah mobil hitam. Pada saat bersamaan, sebuah truk yang melaju dari arah barat diduga menyerempet korban hingga terjatuh di badan jalan.
Warga dan pengguna jalan yang mendatangi lokasi langsung memberikan pertolongan. Raihan sempat dilarikan ke RS Unismuh dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Polisi Masih Buru Kendaraan Lawan Korban
Kasat Lantas Polresta Gowa AKP Hasan Fadhly menyatakan pihaknya masih menyelidiki kendaraan yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut. Polisi juga menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi kendaraan dan pengendaranya.
"Sementara dalam penyelidikan kendaraan yang digunakan oleh lawan dari korban," ujar Hasan saat dikonfirmasi Majesty.co.id, Rabu (7/10/2026).
"Dan sementara kami cari identitasnya menggunakan CCTV sekitaran lokasi kejadian semoga segera ada titik terangnya," pungkasnya.
Hingga informasi terakhir, belum ada keterangan terbaru dari kepolisian mengenai identitas maupun status hukum pengendara yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Fakultas Salurkan Santunan dan Bantu Pemulangan Jenazah
Pihak Fakultas Syariah dan Hukum turut memberikan donasi dan santunan kepada keluarga korban. Fakultas juga membantu proses pemulangan jenazah menggunakan mobil ambulans.
"Kami dari fakultas memberikan donasi dan santunan kepada korban serta terlibat dalam pengurusan pemulangan jenazah dengan mobil ambulans," ungkap Rasywan.
Rasywan menyampaikan belasungkawa atas kepergian mahasiswa asal Kabupaten Gowa tersebut. Menurutnya, musibah ini menjadi duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga seluruh sivitas akademika UIN Alauddin Makassar.
"Kami memahami bahwa kehilangan dan musibah ini tentu membawa duka yang mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh sivitas akademika. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini," tuturnya.
Imbauan agar Tak Sebar Informasi Belum Terverifikasi
Rasywan mengimbau mahasiswa agar saling memberikan dukungan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun konten yang dapat menambah kesedihan keluarga korban. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi aspek keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Evaluasi terhadap aspek keselamatan perlu menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang," jelasnya.