MAKASSAR — Kita tidak bisa mengatur realitas. Siapa yang datang, siapa yang pergi, siapa yang memuji, siapa yang menghina, semuanya berada di luar kendali. Yang bisa kita kendalikan hanyalah cara meresponsnya.
Dunia tidak akan berubah hanya karena kita ingin dihormati. Maka yang harus berubah adalah cara kita menerima perlakuan dunia.
Nabi Pun Pernah Diludahi dan Dilempari
Pada masa itu, Nabi diludahi, dicaci, dan dilempari. Perlakuan tersebut membuktikan bahwa setiap manusia punya kebebasan yang sama, termasuk kebebasan untuk memilih meludahi atau tidak meludahi.
Kebebasan itu melekat pada semua orang. Yang membedakan kemudian adalah keputusan atas kebebasan tersebut.
Ibarat Pelatih Tinju yang Tak Ikut Bertinju
Seorang pemerhati pernah bertanya kepada seorang ustadz soal cara melatih sholat agar khusyuk. Pertanyaannya: mengapa ustadz hanya mengajari tanpa mencontohkan khusyuk itu sendiri seperti apa.
Ustadz itu menjawab, ibarat pelatih tinju, masak pelatihnya ikut bertinju. Jawaban itu menunjukkan bahwa pengaruh tidak selalu datang dari orang yang ikut bertarung, tetapi dari orang yang pandai menjawab dan bijak memaknai.
Persidangan Jokowi dan Roy Suryo: Serangan Dibalas dengan Bukti
Hal serupa terlihat pada persidangan Presiden ke-7, Joko Widodo, dengan Roy Suryo terkait tuduhan ijazah. Di ruang publik, tuduhan dan komentar sudah bertahun-tahun berseliweran tanpa bisa dibendung.
Namun ketika perkara masuk ke persidangan, serangan tidak lagi dibalas dengan cacian. Serangan dikembalikan melalui jalur hukum, bukti, dan argumen.
Perpindahan arena dari ruang publik ke ruang sidang mengubah cara orang saling memengaruhi. Emosi digantikan prosedur, opini digantikan alat bukti.
Orang yang Terpancing Emosi Mudah Digiring
Inilah inti dari dipengaruhi dan mempengaruhi. Setiap orang bisa mempengaruhi, dan setiap orang bisa dipengaruhi, tergantung siapa yang lebih tenang dalam berpikir.
Orang yang terpancing emosi akan mudah digiring. Sedangkan orang yang logikanya tetap jalan akan mampu membalikkan arah percakapan.
Ketenangan berpikir bukan berarti diam tanpa sikap. Ketenangan adalah kemampuan memilih respons yang tidak memberi kemenangan bagi pihak yang ingin memancing reaksi.